Parlementaria

Halau Stunting, Gasali Bangun Kesadaran Warga Momen Dialog Warga di Balikpapan Timur: Generasi Sehat Harus Dipersiapkan

KOTAKU, BALIKPAPAN-Dalam upaya menghalau stunting, DPRD Balikpapan menyoroti fenomena pernikahan dini.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan H Gasali saat menggelar program Dialog Rakyat di lingkungan RT 37 Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (19/10/2025).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Balikpapan Timur, perwakilan Dinas Kesehatan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Forum ini menjadi ruang bagi warga untuk berdiskusi tentang pentingnya kesiapan keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat.

Dia menegaskan bahwa pernikahan usia muda bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga ancaman bagi kesehatan ibu dan anak.

Gasali mengungkapkan, dalam setahun terakhir masih ditemukan beberapa kasus pernikahan di bawah usia yang ditetapkan undang-undang.

“Salah satunya bahkan sempat ditunda karena belum memenuhi syarat usia. Ini jadi sinyal bahwa kesadaran masyarakat masih perlu diperkuat,” ujarnya.

Menurutnya, pernikahan dini berisiko besar terhadap kesehatan ibu dan anak.

Calon ibu yang belum matang secara fisik maupun mental cenderung menghadapi risiko kehamilan yang berat dan berpengaruh dengan tumbuh kembang anak.

“Kalau ingin menciptakan generasi bebas stunting, langkah pertama adalah memastikan calon orang tua siap secara mental, fisik, dan ekonomi,” tegasnya.

Legislator Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur ini juga mengingatkan pentingnya memahami Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 yang menetapkan batas minimal usia menikah 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan.

Dia menilai aturan ini hadir bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi.

“Dulu mungkin menikah muda dianggap biasa. Tapi sekarang, tantangan hidup jauh lebih kompleks.

Harus menyesuaikan cara pandang demi masa depan anak-anak,” lanjutnya.

Gasali berharap kegiatan seperti Dialog Warga ini menjadi gerakan bersama membangun kesadaran keluarga.

Pencegahan pernikahan dini bukan sekadar tugas pemerintah, tapi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

“Generasi sehat harus dipersiapkan sejak dini. Dari rumah, dari keluarga, dari kesadaran bersama,” pungkasnya dengan nada penuh harapan. (*)

To Top

You cannot copy content of this page