
Sebelum diskusi semakin dalam dan semakin larut, Purba sapaan akrab Saut Marisi Halomoan Purba lebih dulu mengingatkan seluruh warga yang sedang mengurus legalitas lahan.
“Jangan memberikan dokumen asli dalam setiap proses pengurusan lahan kepada siapa pun. Karena berpotensi menimbulkan masalah. Contoh, seorang memberikan sertifikat asli saat mengurus lahannya untuk suatu kepentingan. Belum sempat diurus, orang yang dipercayakan mengurus meninggal dunia. Belakangan, keluarga mengira bahwa sertifikat itu milik almarhum, kemudian dijual. Inikan masalah,” lantangnya seraya mengingatkan warga.
Selain persoalan lahan, warga juga memanfaatkan kehadiran Hamas dengan menggali informasi dan kepastian tentang bantuan seragam sekolah bagi peserta didik baru jenjang SD dan SMP yang notabene merupakan kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan.
Meski begitu, bukan berarti Hamas tak acuh. Sekalipun kebijakan tersebut milik Pemerintah Kota Balikpapan, Hamas tetap antusias memberikan informasi.
Lebih dari itu, yang paling menarik dari Sosper Bantuan Hukum yang digelar Hamas kali ini yakni kekompakan warga yang hadir. Disebut kompak karena seluruh warga yang hadir berbaju kuning. Baik pria dan wanita. Termasuk jilbab yang dikenakan ibu-ibu muslimah yang hadir. Praktis lingkungan tersebut selama acara berlangsung tampak menguning. (*)



