Parlementaria

Hamid Reses di Balikpapan Selatan, Aspirasi Warga Sepinggan Baru Langsung Direspons

KOTAKU, BALIKPAPAN-ekretaris Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamid, menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026 di Kelurahan Sepinggan Baru, Rabu (22/10/2025) malam. Dalam forum dialog yang berlangsung hangat, warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait layanan kesehatan, pendidikan, hingga sarana penerangan lingkungan.

Salah satu keluhan datang dari Sri Endang, warga RT 58. Ia mengaku kesulitan mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatannya setelah sang suami meninggal. “Saya disuruh bayar tunggakan sekitar lima juta, Pak. Saya tidak punya uang,” ucapnya lirih.

Perwakilan BPJS yang hadir menjelaskan bahwa tunggakan maksimal hanya dihitung 24 bulan dan dapat dicicil hingga 12 kali melalui aplikasi Mobile JKN. Mendengar penjelasan tersebut, Muhammad Hamid langsung menyatakan kesediaannya membantu.

“Kalau begitu, saya bantu tanggung tunggakan Ibu Sri Endang agar BPJS-nya aktif kembali,” ujar Hamid, disambut tepuk tangan warga.

Keluhan lain disampaikan Rusdiana dari RT 02, yang mempertanyakan biaya tambahan saat keluarganya dirujuk ke Rumah Sakit Hermina meski telah mempunyai BPJS. Pihak BPJS memaparkan bahwa kemungkinan status kepesertaan belum aktif dan dapat diurus melalui kelurahan untuk program bantuan daerah.

Di bidang pendidikan, warga menyoroti soal biaya kuliah yang masih dibayarkan meski sudah ada program pendidikan gratis dari pemerintah provinsi. Lurah Sepinggan Baru, Sarbin, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut baru berlaku untuk mahasiswa baru dan akan bertahap menyeluruh pada 2026.

Selain itu, Ketua RT 58 juga mengusulkan perbaikan penerangan jalan lingkungan, khususnya di Gang Perdamaian 1. Dishub menyatakan siap menindaklanjuti setelah melakukan pengecekan tiang dan jaringan listrik yang sudah ada.

Dalam kesempatan tersebut, Hamid turut menyampaikan progres pembangunan Puskesmas Sepinggan Baru yang kini mencapai 60 persen.

“Insyaallah Maret atau April 2026 sudah bisa digunakan. Jadi warga tidak perlu jauh lagi jika ingin berobat,” terangnya.

Menutup pertemuan, Hamid mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan menjelang penilaian Adipura.

“Balikpapan adalah satu-satunya kota besar penerima Adipura Kencana. Mari kita jaga bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa setiap masukan warga akan dibawa ke pembahasan di DPRD dan diperjuangkan sesuai prioritas kebutuhan masyarakat.

“Aspirasi warga adalah dasar kami menyusun kebijakan. Kami hadir bukan hanya mendengar, tapi memastikan ada langkah tindak lanjut,” tutupnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page