Ekbis

Harga Kedelai Meroket, Primkopti Balikpapan Desak Pemkot Beri Solusi

KOTAKU, BALIKPAPAN-Efek pandemi, harga bahan baku Tahu Tempe yakni kedelai kian meroket. Saat ini harga kedelai mencapai Rp11.100 per Kilogram (Kg), atau naik sekitar 50 persen dari sebelumnya.

“Sebelumnya Rp7.500 per Kg,” jelas Wakil Ketua Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Balikpapan, Arifin saat ditemui di kantornya, Minggu (30/5/2021).

Ia menegaskan para anggota Primkopti merasakan dampak semenjak adanya pandemi Covid 19, di antaranya biaya kenaikan kedelai yang cukup tinggi. Walhasil, pendapatan menjadi menurun. Selain itu juga, masalah transportasi yang terhambat karena kawasan pabrik Tahu dan Tempe ini sering terjadi banjir rob akibat dari air laut yang meluap ke jalanan. Sehingga tidak bisa dilewati menjadi bagian dari kendala.

“Pemerintah dengan jajarannya diharapkan bisa mencari solusi gimana terbaiknya, karena bahan baku tidak bisa ditunda, besoknya harus segera dipasarkan,” ungkap Arifin.

Arifin mengatakan Tahu Tempe ini merupakan ekonomi rakyat yang diandalkan hingga saat ini, kenaikan harga kedelai yang tinggi membuat para pedagang menjerit.

“Kalau di dearah lain banyak yang sudah mogok produksi. Alhamdulillah dengan adanya Primkopti sebagai wadah pengrajin Tahu Tempe di Balikpapan sehingga bisa bertahan,” paparnya.

Ditambahkan Arifin, para anggota Primkopti saat ini tidak tahu mengadu kemana. Saat ini hanya bisa pasrah dan terus semangat menjalankan usaha. Ia masih menunggu solusi dari pemerintah atas masalah yang dihadapi.

“Ya kami jalani semoga cepat berlalu dan pemerintah juga akan ada solusinya. Kami UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat, apalagi Primkopti Balikpapan ini satu-satunya yang eksis di Indonesia,” serunya.

Selaras dengan hal itu, Sekretaris Primkopti Balikpapan, Imam membenarkan bahwa saat ini Balikpapan beruntung memiliki Primkopti yang dapat mengendalikan harga kedelai.

“Karena ini ada koperasi, sehingga pelaku usaha sejenis koperasi semisal yang menjual kedelai lain tidak bisa main-main karena adanya Primkopti,” beber Imam.

Primkopti berharap UMKM yang ada di Somber dapat diperhatikan oleh pemerintah, terutama transportasi agar lancar dan harga kedelai bisa dikendalikan. Pasalnya, para pelaku usaha Tahu Tempe menginginkan agar usaha terus berjalan untuk dapat menumbuhkan perekonomian di tengah pandemi Covid 19 .

Informasi tambahan, Primkopti Balikpapan merupakan satu-satunya koperasi yang mengelola produksi Tahu Tempe secara terpadu di Indonesia dan mampu mengumpulkan pengusaha kecil dalam sebuah kawasan industri. (*)

To Top

You cannot copy content of this page