
KOTAKU, BALIKPAPAN-Tidak berlebihan rasanya bila menyebut, gelaran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung selama tiga hari di Balikpapan Sport and Conventions Center (BSCC/DOME) yakni 9-11 Juli 2025 sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung.
HUT ke-45 Dekranas di Balikpapan ditandai dengan pameran akbar produk kerajinan dan kuliner oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM). Dirangkai dengan berbagai hiburan sepanjang acara berlangsung, setiap harinya.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty, yang juga tergabung dalam panitia lokal penyelenggara, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara.
Bahkan hari kedua tetap dipadati pengunjung hingga malam hari.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Hari kedua ini kami dari panitia lokal juga bisa ikut menikmati pameran, belanja, dan tentu saja mendukung arahan Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran untuk ‘ngelarisi’ produk-produk,” ungkapnya dengan semangat, ditemui Kamis (10/7/2025).
Andi Sri Juliarty yang akrab disapa dr Dio mengungkapkan peserta pameran produk kerajinan termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) merasa terbantu karena seluruh stan diberikan secara gratis tanpa biaya sewa. Hal ini berdampak langsung terhadap harga jual produk yang lebih terjangkau bagi pengunjung.
“Mereka tidak perlu menaikkan harga karena biaya sewa, jadi bisa fokus mempromosikan dan menjual produk. Ini bentuk keberpihakan nyata terhadap pengrajin dan pelaku UMKM,” jelasnya.
Tak mau kalah, dr Dio bahkan ikut berbelanja produk-produk kerajinan, termasuk batik dari stan asal Jawa Tengah yang menurutnya punya karakter khas dan bernilai seni tinggi.
Meski penutupan resmi akan dilakukan Jumat pagi (11/7/2025) oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran, pameran tetap akan dibuka hingga malam hari.
Bahkan, suasana malam akan dimeriahkan dengan pertunjukan Reog Ponorogo, sebagai hiburan rakyat yang bisa dinikmati pengunjung secara gratis.
Dia memandang, HUT Dekranas memiliki dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal. Selain mencatat transaksi tinggi, juga mendapatkan promosi dan potensi kerja sama jangka panjang.
“Yang paling penting bukan hanya omzet, tapi pengrajin dan UMKM mendapat panggung. Mereka dikenal lebih luas, dapat mitra, bahkan ada yang sudah dijajaki untuk kerja sama lanjutan,” ungkapnya.
Dia pun berharap semangat ini bisa terus dijaga dan menjadi pemantik bagi UMKM Balikpapan untuk naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun internasional. (*)



