Metro

Harum Reses dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Balikpapan Barat

H Rudy Mas’ud mengabadikan momen bersama warga Balikpapan Barat (kotaku.co.id/ryan)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Masyarakat di Kecamatan Balikpapan Barat berbondong-bondong mendatangi Gedung Olahraga (GOR) Kelurahan Baru Ulu, untuk bertemu anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) H Rudy Mas’ud.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) itu mendapat sambutan hangat dari warga yang antusias mengikuti jalannya kegiatan serap aspirasi (reses), dirangkai Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR-RI, Rabu (9/8/2023) malam.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kaltim H Hasanuddin Mas’ud yang populer disapa Hamas, Camat Balikpapan Barat Arief Fadhilah, Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri, lurah dan ketua RT se Kecamatan Balikpapan Barat, bersama tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, H Rudy Mas’ud yang populer disapa Harum, berharap agar kegiatan seperti ini dapat mempererat hubungan Partai Golkar dengan masyarakat.

“Mudah-mudahan seluruh masyarakat Kota Balikpapan tetap memberikan kepercayaannya, dan Partai Golkar selalu ada di hati,” ujarnya, ditemui usai reses dan sosialisasi.

Menurutnya yang hadir terdiri tokoh masyarakat Balikpapan Barat. Sebelumnya, Harum juga telah melaksanakan kegiatan serupa untuk masyarakat Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur.

“Nanti mudahan sebelum masa reses kami selesai, bisa menggelar kegiatan seperti ini untuk masyarakat di Kecamatan Balikpapan Utara, Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah yang dirangkai menjadi satu,” ucapnya.

Ia menjelaskan, momen ini merupakan realisasi tugas dan tanggung jawab anggota DPR dan MPR untuk melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

“Bisa dilihat tadi, masih banyak masyarakat hampir lupa sila Pancasila. Lalu bagaimana dengan Undang-Undangnya,” sebutnya.

Karenanya kegiatan tersebut penting untuk digelar. Guna meningkatkan pemahaman dan mengamalkan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun empat hal yang menjadi pilar kebangsaan, kata dia, yakni Pancasila sebagai ideologi bangsa, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai sumber hukum.

Kemudian, Bhinneka Tunggal Ika juga merupakan pilar kebangsaan.

Semboyan ini diartikan sebagai tekad untuk menghormati perbedaan atau keragaman, tetapi tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia.

Pilar selanjutnya yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan persatuan dan kesatuan dan NKRI adalah rumah besar bangsa Indonesia yang harus dijaga oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia,” terangnya.

Sosialisasi Empat Pilar itu mendapat respons positif dari masyarakat. Sebab disampaikan dengan cara menarik.

Warga diberikan kesempatan menjawab berbagai kuis terkait pengetahuan kebangsaan. Sehingga memacu interaksi dua arah yang diselingi dengan candaan.

Sementara aspirasi yang disampaikan masyarakat, lebih banyak membahas kebutuhan warga, seperti pengurus Masjid Al Hidayah Baru Ulu yang berharap adanya penambahan fasilitas ambulans untuk mengantar jenazah.

“Menurut pengalaman kami selama reses di berbagai daerah di Kaltim, yang banyak memiliki masalah infrastruktur itu di kabupaten.

Kalau (tingkat) kota, minim. Termasuk di Balikpapan. Sekolah, Alhamdulillah terpenuhi, Puskesmas atau yang lainnya (juga terpenuhi). Karena saya rasa Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud sudah bekerja dengan efektif dan efisien,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page