Corak

Hasanuddin Mas’ud Dorong Dunia Usaha di Balikpapan Jadi Pilar Demokrasi Daerah

KOTAKU, BALIKPAPAN-Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) tidak bisa dilepaskan dari kemandirian ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) DR Ir H Hasanuddin Mas’ud, dalam Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah bertema “Pasar dan Dunia Usaha” yang digelar di lingkungan RT 29 Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Minggu (21/12/2025).

Dalam pemaparannya, Hasanuddin Mas’ud yang akrab disapa Hamas menjelaskan bahwa pasar rakyat dan dunia usaha memiliki peran strategis dalam menciptakan demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki ketahanan ekonomi akan lebih berdaya, berani bersuara, serta aktif dalam proses demokrasi di daerah.

“Demokrasi yang kuat harus ditopang oleh kemandirian ekonomi kerakyatan. Karena itu, tema Pasar dan Dunia Usaha kami angkat dalam penguatan demokrasi daerah kali ini,” ujar Hamas.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian daerah sekaligus fondasi demokrasi yang sehat.

Pengalaman saat pandemi COVID-19 menjadi bukti bahwa UMKM mampu bertahan di tengah krisis, ketika banyak sektor lain mengalami keterpurukan.

“UMKM adalah napas ekonomi Kaltim. Saat pandemi, yang tetap bergerak dan bertahan itu UMKM. Ini menunjukkan daya tahan dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Hamas menyampaikan, DPRD Kaltim memiliki peran strategis dalam memperkuat UMKM, mulai dari penyusunan regulasi, penganggaran, hingga pengawasan.

Dia menyebutkan bahwa berbagai aspirasi masyarakat telah diakomodasi melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang dihimpun dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan hingga kota.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, DPRD Kaltim turut mendorong pembangunan dan revitalisasi pasar tradisional, salah satunya Pasar Klandasan di Balikpapan yang direalisasikan secara bertahap melalui dukungan anggaran daerah.

“Ini bukti bahwa DPRD punya keinginan kuat membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Lanjut dia menyampaikan, revitalisasi pasar tradisional tidak bertujuan mengubah pasar rakyat menjadi pusat perbelanjaan modern, melainkan menciptakan pasar yang bersih, tertata, dan nyaman tanpa menghilangkan jati diri. (*)

To Top

You cannot copy content of this page