
Kepala Badan Kesbangpol Balikpapan Adward Skenda Putra menambahkan, penggunaan handphone pada anak-anak perlu diwaspadai.
“Tolong diperiksa. Meskipun yang ditonton film kartun, karena ada saja film kartun yang bisa mempengaruhi anak,” tambahnya.
Tak hanya penggunaan gawai, narkotika juga merupakan ancaman nyata bagi generasi saat ini. Apalagi narkoba kini tak hanya berbentuk obat atau sabu-sabu.
“Ini tantangan kami paling besar. Memang masuknya pelan tapi dampaknya nyata,” tegasnya.
Hal tersebut, kata dia yang paling gampang melemahkan bangsa. Maka empat konsensus ini perlu terus digaungkan.
“Wawasan kebangsaan ini jangan sampai tergerus, karena ini penopang bangsa. Satu saja tumbang maka akan goyah,” ujarnya.
Adward menjelaskan, empat konsensus kebangsaan ini lahir ketika Indonesia berjuang.
Dan hingga saat ini harus dipertahankan karena hanya bangsa Indonesia yang memiliki pilar tersebut.
Di Indonesia juga terdapat ribuan etnis dan budaya. Ini tergambar pula di Kota Balikpapan.
Sedikitnya ada 112 paguyuban di Kota Minyak ini sehingga tak berlebihan jika disebut sebagai miniatur Indonesia.
Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan semangat berbangsa dan bernegara, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Sekaligus mendorong terbentuknya kesetiakawanan dan gotong royong serta pengembangan potensi. Yang semuanya diharapkan bisa mencegah disintegrasi sosial.
“Dan Sowasbang ini yang bisa membentengi gangguan dari luar,” tambahnya.
Lanjutnya, Sowasbang ditujukan pula untuk menanamkan jiwa bertanggung jawab dan menumbuhkan solidaritas.
“Itu yang harus kami dorong, jangan sampai luntur. Itulah tujuannya. Dari empat konsensus kebangsaan bisa mencapai masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya. (*)



