Metro

Hebat!!! Balikpapan Raih Penghargaan Indeks Ketahanan Pangan

KOTAKU, BALIKPAPAN-Kota Balikpapan kembali menerima kado istimewa. Kali ini penghargaan membanggakan diperoleh dari Badan Pangan Nasional yang menobatkan Balikpapan sebagai kota dengan capaian Indeks Ketahanan Pangan Terbaik II tahun 2022.

Penghargaan diserahkan Plt Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy kepada Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Sri Wahjuningsih di Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (28/2/2023).

Ajang tersebut dibuka secara resmi oleh Plt Sestama Badan Pangan Nasional yang dilanjutkan dengan launching Food Security Vulnerability Atlas (FSVA) dan Skor Pola Pangan Harapan (PPH).

Termasuk penyerahan penghargaan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) terbaik provinsi, kabupaten dan kota.

Sri Wahyuningsih mengatakan penghargaan diterimanya mewakili Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud dan Staf Ahli Heria Prisni yang sebelumnya menjabat Kepala DP3 Balikpapan.

“Itu perolehan dari kinerja beliau saat menjabat, bersama seluruh stakeholder terkait,” kata Sri, Sabtu (4/3/2023).

Disampaikannya, untuk meraih penghargaan itu ada beberapa indikator penilaian IKP 2022 di antaranya persentase penduduk di bawah garis kemiskinan dan persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan.

“Kemudian persentase rumah tangga tanpa akses listrik, rata-rata lama sekolah di atas 15 tahun dan persentase rumah tangga tanpa akses air bersih,” ungkapnya.

Kota Balikpapan hanya kalah dari Kota Denpasar, Bali yang berhasil meraih predikat terbaik I. Sedangkan yang meraih predikat terbaik ketiga yakni Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Untuk penghargaan Indeks Ketahanan Pangan Tingkat Provinsi Terbaik I diraih Provinsi Bali, disusul Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

Sementara itu, IKP tingkat kabupaten diborong oleh kabupaten di Bali. Predikat Terbaik I diraih Kabupaten Tabanan, disusul Badung dan Gianyar.

Sekadar diketahui, Indeks Ketahanan Pangan adalah ukuran dari beberapa indikator yang digunakan untuk menghasilkan skor komposit kondisi ketahanan pangan di suatu wilayah.

Perwujudan ketahanan pangan dicapai melalui empat pilar yaitu ketersediaan pangan (produksi dan import), cadangan pangan, penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan serta pencegahan dan penanggulangan rawan pangan terhadap penyediaan pangan tersebut. (*)

To Top

You cannot copy content of this page