
KOTAKU, BALIKPAPAN-Hingga hari ketiga Pekan Paralympic Provinsi (Perpaprov) IV Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Balikpapan yang juga tuan rumah puncaki klasemen.
Dikutip dari akun Instagram @Disporapar_Balikpapan, total medali yang dihimpun Balikpapan saat ini mencapai 164 medali.
Dengan rincian 82 medali emas, 56 medali perunggu, dan 26 medali perak.
Kemudian disusul untuk peringkat kedua, yakni Kutai Kartanegara (Kukar) dengan total 93 medali. Masing-masing 31 emas, 38 perunggu, dan 24 perak.
Posisi ketiga diduduki Kota Samarinda dengan total 73 medali. Meliputi 25 emas, 21 medali perak dan 27 perunggu.
Atas capaian itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Balikpapan dr Cokorda Ratih memberikan apresiasi terhadap para atlet Kota Balikpapan yang juga didapuk sebagai tuan rumah.
“Apresiasi kepada seluruh atlet Balikpapan yang berhasil meraih prestasi di ajang Peparprov IV Kaltim.
Harapan kami, mereka bisa meningkatkan prestasinya lebih tinggi lagi, baik untuk tingkat nasional maupun internasional,” katanya melalui sambungan telepon, Sabtu (18/11/2023).
Ratih juga memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara Peparprov IV Kaltim 2023, dia berharap agar acara ini berjalan lancar hingga akhir.
“Saya harap untuk kelancaran Peparprov dengan sektor UMKM dapat sejalan, mengingat dari Perpaprov ini juga menghidupi UMKM di sekitar venue,” ujarnya.
Perpaprov IV Kaltim digelar di Balikpapan selama lima hari yakni mulai 15-20 November 2023 diikuti sembilan kabupaten maupun kota.
Tercatat ada 13 cabor dipertandingkan dalam ajang ini. Masing-masing boccia, volly duduk, goal ball, tennis kursi roda, sepak bola CP, tennis meja, panahan, renang, atletik, menembak, bulu tangkis, angkat berat dan catur.
Sementara itu, Ketua National Paralympic Comitee Indonesia (NPCI) Kaltim Suharyanto mengapresiasi antusiasme yang ditunjukkan seluruh atlet.
“Apalagi, tahun 2018-2020 Kaltim tidak menggelar Peparprov karena keterbatasan anggaran,” katanya dijumlai di Lapangan Sudirman Balikpapan.
Di sisi lain, antusiasme yang ditunjukkan seluruh atlet, menjadi modal berarti Kaltim menatap Peparnas tahun depan, mengingat sebelumnya Kaltim hanya finis posisi ke 15.
“Jadi atlet berlaga tanpa ada persiapan apapun. Tahun depan kami optimistis bisa berbicara banyak di Peparnas (Pekan Paralympic Nasional) 2024 di Sumut (Sumatera Utara, Red),” kata Suharyanto.
Kendati demikian, ia mengingatkan kepada peraih emas agar tak cepat puas, hal itu mengingat NPC Kaltim tidak menggaransi peraih emas langsung lolos Peparnas 2024 Sumut.
“Karena kami akan ada seleksi lagi, kami gelar TC (Training Center, Red) lagi selama enam bulan sebelum pelaksanaan Peparnas,” pungkasnya. (*)



