
KOTAKU, SAMARINDA-PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda bersama Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sigap dalam menangani insiden dua kapal tongkang bermuatan batu bara yang tersangkut di tiang Jembatan Mahulu, Minggu pagi (4/1/2026).
Insiden terjadi akibat putusnya tali tambat kapal yang diperparah dengan kondisi baling-baling yang terbelit tali Second Towing.
Akibatnya, kapal kehilangan kendali, larut, dan terbawa arus hingga mendekati salah satu infrastruktur vital Kota Samarinda tersebut.
Dua kapal yang terlibat yakni TB Bloro 7/BG Robby 311 dan TB Raja Laksana 166/BG Danny 95, keduanya mengangkut muatan batu bara.
Begitu menerima laporan awal, Pelindo Regional 4 Samarinda langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi internal serta bersama pihak terkait.
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda Capt Suparman, menyampaikan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian ini.
Armada Assist segera dikerahkan untuk mencegah risiko lanjutan terhadap Jembatan Mahulu serta menjaga keamanan alur pelayaran.
“Tindakan cepat langsung kami lakukan. Fokus kami adalah keselamatan, perlindungan infrastruktur jembatan, dan memastikan lalu lintas pelayaran tetap aman,” tegasnya dalam siaran pers.
Tiga kapal Assist diturunkan dalam operasi ini, yakni TB Mangkujenang VII, TB Herlin 2, dan TB HNJ 09.
Berkat koordinasi solid dan penanganan profesional, kedua tongkang berhasil dievakuasi dan ditambatkan kembali dengan aman.
Seluruh proses rampung pukul 07.00 Wita tanpa korban jiwa.
SVP Sekretaris Perusahaan SPJM Tubagus Patrick, menyampaikan bahwa keterlibatan SPJM merupakan wujud komitmen Subholding Pelindo dalam menjaga keselamatan pelayaran dan pengamanan objek vital nasional.
“Kami terus melakukan pemantauan pasca kejadian serta mengimbau seluruh operator kapal agar selalu memastikan kondisi teknis, sistem tambat, dan standar keselamatan sebelum berlayar demi mencegah insiden serupa,” pungkasnya. (*)



