
KOTAKU, BALIKPAPAN-Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang terus dikebut memberikan dampak positif bagi pemasukan hotel dan restoran yang ada di Kota Balikpapan.
Seperti yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan H Muhaimin kepada wartawan usai menghadiri Rapat Paripurna di gedung DPRD Kota Balikpapan, Senin (30/10/2023).
“Secara tidak langsung pembangunan IKN memberikan dampak positif terhadap pemasukan hotel dan restoran yang ada di kota Balikpapan. Sehingga PAD Kota Balikpapan mulai mengalami peningkatan,” terangnya.
Muhaimin menjelaskan, bahwa PAD untuk APBD kota juga ditopang dari pemasukan pajak hotel dan pajak restoran.
Sehingga pemasukan dari hotel dan restoran ini tidak lepas dari kegiatan pembangunan fisik yang ada di wilayah IKN.
Meski tidak secara langsung, lanjut dia, dengan adanya pembangunan IKN ikut mempengaruhi ekonomi Kota Balikpapan terutama aktivitas barang, jasa dan mobilisasi manusia.
“Alhamdulillah dengan adanya pembangunan IKN, PAD dari pajak hotel dan restoran meningkat,” terangnya.
Ia menyampaikan, bahwa Balikpapan sejak awal hingga kini masih komitmen tidak melakukan penambangan dalam rangka menambah PAD.
Fokus Pemkot Balikpapan tetap menitikberatkan terhadap pajak dan retribusi daerah, primadona ada pada pajak hotel dan restoran serta sektor perdagangan dan investasi.
“Kami tidak mungkin (membuka) tambang. Namun fokus mendatangkan investor untuk berinvestasi di Balikpapan,” tuturnya.
Muhaimin berharap, ada kegiatan-kegiatan sektor swasta yang masuk ke Balikpapan sebagai upaya untuk mensejahterakan daerah dan masyarakat sekitar IKN.
Untuk diketahui, APBD Balikpapan tahun 2024 yang baru dibahas antara DPRD dan Pemkot diperkirakan Rp3,6 triliun. Anggaran tersebut difokuskan untuk pendidikan sebanyak 20 persen, bidang kesehatan 11 persen dan infrastruktur kota terutama untuk penangan banjir. Ketiganya merupakan bagian dari program prioritas Pemkot Balikpapan. (*)



