Parlementaria

HUT 125 Kota Balikpapan, Ini Harapan Alwi Al Qadri terhadap Pembangunan

KOTAKU, BALIKPAPAN-Sejumlah harapan digantungkan Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri dalam menyambut peringatan HUT ke 125 Kota Balikpapan, 10 Februari 2022.

Hal itu disampaikan saat ditemui di gedung DPRD, Selasa (8/2/2022). “Banyak PR (pekerjaan rumah, Red) Kota Balikpapan yang belum terselesaikan,” ucapnya. Pertama, penanganan banjir di kawasan rawan seperti Jalan Mayor Pol Zainal Arifin alias Jalan Beler. Dia memandang, upaya pencegahan banjir sebelumnya sudah dilakukan dan acap menjadi prioritas Pemerintah Kota. Hanya saja belum maksimal. Terbukti potensi banjir kerap mengancam dan membebani warga sekitar. Pun begitu di kawasan rawan lainnya.

Ia kemudian berharap, terhitung mulai tahun ini, Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD memprioritaskan penanganan banjir di titik rawan. Agar terbebas dari ancaman banjir.

Terkait itu ia mengungkap, sejumlah program sudah dicanangkan Pemerintah Kota Balikpapan dan mendapat dukungan DPRD. Bahkan tak hanya penanganan banjir tapi juga fasilitas kesehatan berupa rumah sakit di Balikpapan Barat serta di Balikpapan Timur. “Mudah-mudahan disegerakan. Itu sesuai visi misi wali kota untuk membangun kota dengan lebih baik. Harapannya Balikpapan semakin berkembang, dan perekonomian terus tumbuh sekalipun di tengah pandemi Covid-19,” seru Alwi.

Harapannya lainnya bahkan menjadi krusial saat ini yakni langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya tragedi maut di Rapak. “Kami sudah RDP (Rapat Dengar Pendapat, Red) dengan Dishub, kecamatan dan kelurahan setempat termasuk Dinas PU (Pekerjaan Umum, Red),” jelasnya.

Dalam RDP sambung Alwi, ada tiga poin pokok yang diusulkan sebagai solusi pencegahan kecelakaan serupa di Rapak.

Pertama, terang Alwi, Dishub mengusulkan pembangunan sarana bongkar muat barang yang diangkut menggunakan kontainer di Jalan Soekarno Hatta Km 11,5. Tujuannya untuk mengurangi arus kendaraan angkutan barang berukuran besar melintas di tengah kota. Dampaknya sudah pasti beban operasional pengusaha bertambah karena biasanya barang untuk satu kali angkut menggunakan kontainer kini diangkut menggunakan kendaraan kecil.

Kedua, usulan datang dari Dinas PU yakni pelebaran jalan jalur kiri di Rapak. Sekira 8 meter. “Permasalahannya, lahan sekitar milik Pertamina. Sehingga harus3 berkoordinasi dulu. Tapi saya yakin Pertamina merespon positif, apalagi kejadian ini menyangkut keselamatan manusia. Semoga tidak ada kendala dan bisa disegerakan,” tuturnya.

Selanjutnya, usulan jalan layang yang sudah digaungkan sejak beberapa tahun lalu. “Semoga Pemerintah Provinsi Kaltim segera menganggarkan. Memang kami menerima informasi adanya penolakan dari pedagang sekitar. Yang jelas keselamatan yang utama tapi juga kami merespon suara pedagang,” imbuhnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page