Peristiwa

Ibu dan Anak di Balikpapan Ditemukan Tak Bernyawa di Guest House, Polisi Temukan Surat Wasiat

Suasana di lokasi penemuan mayat (foto: kotaku.co.id/ist)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Seorang ibu dan anak ditemukan tak bernyawa di Guest House yang terletak di RT 40, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Sabtu (15/4/2024).

Kabar penemuan mayat itu kali pertama dihimpun oleh Kotaku.co.id melalui WhatsApp Group K.R.C IEA Balikpapan sekira pukul 15.27 Wita.

Keduanya ditemukan di kamar bernomor 212 di lantai dua.. Masing-masing berinisial AM (36) dan M (7).

Mirisnya, M ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di atas kasur dan diduga sudah lama meninggal dunia. Sementara itu, AM ditemukan tepat di samping kasur.

Sebelum ditemukan, AM dikabarkan sempat bertemu dengan pemilik Guest House yakni Rahmat. Saat itu, Rahmat menanyakan perihal bau menyengat yang berasal dari dalam kamarnya serta menanyakan uang sewa yang sudah molor dua minggu terakhir.

“Kata AM, anaknya berada di dalam kamar. Sementara untuk urusan sewa akan diselesaikan selepas Zuhur. Nah, setelah Zuhur itu saya sempat chat, AM juga masih merespon,” kata Rahmat di lokasi.

Sore hari, lanjut Rahmat, AM justru menghilang tanpa kabar. Rahmat pun berinisiatif mendobrak pintu kamar yang ditempati AM.

“Tapi saya bawa teman. Pas saya dobrak ibu itu (AM) dalam posisi telentang di lantai tak bergerak, sementara anaknya ada di kasur ditutupi selimut. Kondisi anaknya sudah membusuk,” tuturnya.

AM diduga nekat melakukan aksi bunuh diri. Hal itu berdasarkan temuan dua buah surat wasiat yang diduga ditulis AM.

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan Iptu Hendri Saragih membenarkan adanya dugaan bunuh diri.

“Betul ada dugaan seperti itu, kami temukan surat wasiat,” singkatnya.

Berdasarkan foto surat wasiat yang dikirimkan Hendri Saragih kepada kotaku.co.id, surat wasiat itu bertuliskan permintaan maaf AM kepada pemilik Guest House.

Kemudian curahan hatinya serta pesan untuk anak perempuan yang ditinggalkannya. Tak hanya itu dia juga meminta, tidak dibawa ke rumah duka dan dimakamkan satu liang lahat bersama anaknya, M.

“Saat ini, jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum,” pungkas Hendri. (*)

To Top

You cannot copy content of this page