
KOTAKU, BALIKPAPAN-Upaya meningkatkan cakupan imunisasi di wilayah Baru Ulu terus digenjot Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat.
Namun, perjalanan ini masih menghadapi sejumlah tantangan yang cukup kompleks, terutama terkait pemahaman masyarakat mengenai pentingnya vaksin bagi anak.
Banyak orang tua masih menganggap imunisasi tidak perlu selama anak terlihat sehat. Padahal, tanpa vaksinasi lengkap, risiko anak tertular penyakit berbahaya tetap tinggi. “Anak memang tampak sehat, tapi imunisasi itu perlindungan jangka panjang,” ujarnya Penanggungjawab Program Imunisasi Puskesmas Baru Ulu Rizky Pramudiati dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (27/11/2025).
Tantangan lain, lanjut Rizky sapaan akrabnya menerangkan, yakni hoax dan informasi keliru, terutama di media sosial dan grup percakapan keluarga.
Dia menerangkan, isu mengenai efek samping berlebihan hingga narasi bahwa vaksin tidak aman kerap menimbulkan keraguan orang tua untuk membawa anak imunisasi.
Faktor sosial budaya juga memberi dampak besar. Masukan atau pandangan dari orang tua dan kakek-nenek kadang mempengaruhi keputusan orang tua muda.
Selain itu, isu mengenai kehalalan vaksin juga masih sering muncul, meski pemerintah telah menegaskan bahwa vaksin imunisasi program aman dan diperbolehkan.
Lebih lanjut dia menerangkan, wilayah Baru Ulu yang dihuni banyak pendatang pun menghadirkan tantangan tambahan.
Mobilitas tinggi membuat sebagian anak tertinggal jadwal imunisasi. Ada pula keluarga yang memiliki keterbatasan akses karena jarak, pekerjaan orang tua, atau kesibukan harian.
Untuk menghadapi berbagai persoalan ini, Puskesmas Baru Ulu rutin melakukan edukasi langsung dari rumah ke rumah, memperkuat koordinasi dengan ketua RT, serta membuka layanan imunisasi di posyandu dan sekolah.
Dengan harapan setiap anak mendapatkan haknya atas perlindungan kesehatan sejak dini. (*)



