
KOTAKU, BALIKPAPAN-Dengan adanya program literasi membaca yang diterapkan SDN 009 Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, minat baca anak didik kian mengalami peningkatan.
Bahkan kreativitas pun terpacu. Di antaranya kemampuan membuat puisi dan mengarang cerita.
Seperti yang disampaikan Kepala Sekolah SDN 009 Balikpapan Utara Iin Ratmayati dijumpai di sela aktivitasnya, Senin (23/10/2023).
Dia mengatakan, sebelum memulai pelajaran murid diwajibkan untuk membaca selama 10 menit, hal itu dilakukan agar minat baca anak semakin hari semakin membaik.
Sejalan dengan itu, lanjut dia mejelaskan, para guru SDN 009 Balikpapan Utara juga selalu memotivasi murid-murid agar mau membaca buku. Dengan cara memberi contoh yakni setiap melakukan aktivitas membaca, agar para murid turut mengikuti.
“Jadi guru dan murid sama-sama membaca, buku yang dibaca bukan hanya buku pelajaran, tapi buku cerita rakyat, sejarah dan kisah 25 Nabi,” kata Iin.
Lanjut Iin menerangkan, bahwa dalam sepekan setiap murid menghabiskan dua hingga tiga buku untuk dibaca. Tapi bukan itu saja, bahkan murid juga bisa menceritakan kembali kepada temannya, ceritra buku yang telah selesai dibaca.
“Jadi selesai membaca murid bisa menceritakan kepada murid-murid yang lain. Di SDN 009 bukan hanya membaca tapi juga murid bisa menulis, seperti mengarang dan membuat puisi, hal itu disebabkan seringnya membaca buku. Sehingga murid banyak pengetahuan,” terangnya.
Menurutnya, buku yang sering dibaca oleh murid SDN 009 berkaitan dengan agama, seperti kisah 25 Nabi, kisah sembilan wali dan lain-lain. Tapi ada juga yang suka membaca buku sejarah. Namun yang paling banyak tentang agama.
“Di SDN 009 anak-anak tidak perlu lagi ke perpustakaan, sebab di sini ada namanya pojok baca. Kalau mau ke perpustakaan paling mengambil buku pelajaran atau meminjam buku untuk dibawa pulang dibaca di rumah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Irvan Taufik mengatakan, upaya tenaga pengajar atau guru kepada para murid sudah luar biasa. Oleh sebab itu, pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tenaga pengajar.
“Kami Disdikbud Balikpapan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tenaga pengajar yang telah berjuang. Sehingga membuat para murid bisa seperti itu,” terangnya.
Selain itu, lanjut Irvan, dengan hadirnya Kurikulum Merdeka Belajar dapat memberikan kebebasan kepada sekolah untuk selalu melakukan inovasi, seperti peningkatan minat baca dan cara pembelajaran. (*)



