Metro Advertorial

Jawab Kebutuhan Zonasi, Pembangunan SMPN 27 di Balikpapan Diharapkan Tuntas Tepat Waktu

KOTAKU, BALIKPAPAN-Progres pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 yang berdiri di atas lahan eks lapangan tenis indoor Manuntung, Balikpapan Kota, mendapat apresiasi dari Camat Balikpapan Tengah Agung Budi.

Dia mengaku bersyukur atas pembangunan sekolah ini yang akan menjadi solusi bagi kendala zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang selama ini dikeluhkan warga Balikpapan Tengah.

“Kami sangat bersyukur atas dibangunnya SMP Negeri 27 ini. Pembangunan ini menjawab kekurangan ruang belajar untuk anak-anak (warga Balikpapan Tengah) yang ingin melanjutkan jenjang SMP (jalur zonasi),” kata Agung saat hadir dalam inspeksi yang digelar Komisi IV DPRD Balikpapan di lokasi proyek pembangunan, Kamis (7/11/2024).

SMPN 27, yang dibangun dengan anggaran Rp 25 miliar, berdiri di atas lahan seluas 8 ribu meter persegi, memiliki tiga lantai, dan dilengkapi 24 ruang kelas. Meskipun berlokasi di Balikpapan Kota, sekolah ini akan difokuskan untuk menampung lulusan SD di wilayah Balikpapan Tengah.

Agung berharap, pembangunan sekolah ini selesai sesuai target, sehingga bisa digunakan tepat waktu untuk PPDB tahun ajaran baru.

“Alhamdulillah, sudah ada progres. Kami mohon doa dan dukungan warga agar target selesai tepat waktu, sehingga anak-anak bisa masuk (di SMP Negeri 27) saat PPDB mendatang,” ujarnya.

Lanjut dia menjelaskan, selama ini masyarakat Balikpapan Tengah sering mengeluhkan keterbatasan daya tampung SMP di zonasi Balikpapan Tengah.

Dengan hadirnya SMPN 27, harapannya ratusan murid di wilayah tersebut bisa terakomodir tanpa keluar dari zona.

“Kami memang memprioritaskan sekolah ini untuk anak-anak Balikpapan Tengah, meskipun anak-anak dari Balikpapan Kota tetap bisa mendaftar. Ini langkah nyata untuk menjawab kebutuhan pendidikan di wilayah kami,” jelas Agung.

Keberadaan SMPN 27 diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masalah zonasi di Balikpapan Tengah, memberi ruang belajar yang memadai dan meningkatkan akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah tersebut. (*)

To Top

You cannot copy content of this page