Metro

Jelang Nataru, Polda Kaltim Pantau Harga, KPPU Wanti Pengusaha

Sementara itu, terkait adanya informasi kenaikan harga beras, Indra mengaku belum menerima laporan.

”Kami akan melakukan pemeriksaan kembali karena kami setiap hari juga melakukan pemeriksaan baik Polda maupun Polres jajaran kami akan lakukan pemeriksaan ke pasar,” ungkapnya.

Dia tidak memungkiri bahwa potensi adanya penimbunan bahan pokok dapat terjadi, jelang Nataru.

Oleh sebab itu kepolisian terus melakukan pemantauan di lapangan agar dapat dilakukan upaya penindakan.

”Bisa terjadi, tapi sampai saat ini belum kami temukan namun jika ada kami akan melakukan penindakan, kasihan juga masyarakat jika ada penimbunan harga naik bisa inflasi,” sebutnya.

Terpisah, Kantor Wilayah V Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kalimantan melakukan pemantauan bahan pokok menjelang Nataru.

Adapun hasil dari pantauan di beberapa pasar di Balikpapan, menurut Kepala Kanwil V KPPU Manaek Pasaribu, menunjukkan adanya beberapa komoditas yang naik harga. “Tapi secara umum harga terpantau cukup stabil,” imbuhnya.

Khusus pantauan di beberapa pasar di Balikpapan seperti di Pasar Baru, Pasar
Klandasan dan Pasar Pandansari, terdapat kenaikan harga telur ayam ras.

Kemudian untuk daging ayam ras juga ikan laut misal tongkol.

Pengakuan salah seorang pedagang lebih memilih menjual daging ayam beku dari Surabaya lantaran stok lebih banyak dan lebih murah.

Berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, terdapat beberapa komoditi yang mengalami kenaikan dibandingkan dengan harga periode akhir November.

Masing-masing beras, telur ayam dan cabai rawit hijau.

Khusus kedelai, berdasarkan data website Laman Informasi Ekonomi Komoditas Kaltim (Laminetam), harga rata-rata di Kaltim naik dari Rp.16.300 per Kg menjadi Rp16.550.

“Namun menurut info dari Koperasi Usaha Tahu Tempe di Somber Balikpapan belum ada kenaikan harga kedelai dan saat ini stok aman,” ujarnya.

Manaek menambahkan, berdasarkan informasi Badan Pusat Statistik (BPS), dalam dua tahun terakhir tiap Desember terjadi kenaikan harga komoditi cabe rawit, minyak goreng, telur ayam ras, cabe merah, bawang merah dan beras.

Menyikapi hal tersebut, Kanwil V memberikan peringatan kepada pelaku usaha, yang menguasai pasokan kebutuhan pangan.

Yakni tidak mempermainkan harga untuk mengambil keuntungan yang berlebih (eksesif), dengan cara menahan pasokan dan menjualnya saat harga mulai naik khususnya menjelang hari besar seperti Nataru.

“Masyarakat dapat turut serta melakukan pengawasan adanya praktik kartel dan atau penahanan pasokan oleh pelaku usaha tertentu,.

Serta melaporkannya kepada KPPU apabila ditemukan bukti,” tuturnya.

Untuk mencegah potensi adanya permainan dan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, tentunya perlu upaya bersama.

Agar lalu lintas perdagangan bahan pokok tetap lancar sehingga pasokan barang di pasar sesuai dengan tingkat permintaan.

“Mengingat bahwa saat ini curah hujan sedang tinggi di samping terjadi beberapa bencana alam seperti gempa bumi dan erupsi gunung api yang tentu akan mengganggu produksi pertanian dan produk pangan,” pungkasnya. (*)

Pages: 1 2

To Top

You cannot copy content of this page