Metro

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Tenaga Pendidik di Balikpapan Wajib Vaksin

Sehingga, masih ada sekitar 4.300 tenaga pendidik yang belum melaksanakan vaksin. “Kami akan lihat, apakah yang belum divaksin masih mengajarnya secara daring,” ungkap Rizal.

Sementara ini persediaan vaksin menipis, Ketua Satgas Covid 19 meminta kepada provinsi persediaan vaksin yang dimiliki untuk diberikan kepada 2 ribu tenaga pendidik khususnya di atas usia 50 tahun. “Karena keterbatasan vaksin, guru yang (usia) di atas 50 yang kami lakukan dan diselesaikan hari ini,” terang wali kota dua periode ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Boentoro menyampaikan vaksinasi diberikan kepada semua tenaga pendidik dari tingkat PAUD hingga SMK/SMA. Vaksinasi kepada tenaga pendidik merupakan syarat yang perlu dipenuhi untuk memulai pembelajaran tatap muka, terkecuali tenaga pendidik yang memiliki riwayat penyakit. “Tahun ajaran baru diharap sudah vaksin dan masalah target tanyakan di Dinas Kesehatan,” paparnya.

Dijelaskan Boentoro, kasus Covid 19 Balikpapan melandai juga menjadi pertimbangan dari pembelajaran tatap muka. Sehingga, saat ini vaksinasi kepada guru dipersiapkan terlebih dahulu. “Hari ini di (RS) Bhayangkara guru Kemenag dan ini (di RS dr R Hardjanto, Red) Disdik,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty saat meninjau langsung bersama wali kota di RS Bhayangkara dan RS R Hardjant, mengatakan masing-masing 100 tenaga pendidik Kementerian Agama dan Disdik melakukan vaksinasi di dua rumah sakit tersebut.

Dio sapaan karibnya mengatakan belum ada sasaran baru selain guru dalam minggu ini, masih menunggu vaksin berikutnya. Lanjut Dio kembali mengingatkan vaksinasi hanya melindungi 65 persen, oleh karenanya bagi masyarakat yang telah melakukan vaksin jangan merasa terlindungi apabila masih vaksinasi pertama. “Proses pembentukan kekebalan tubuh seseorang membutuhkan waktu dan tidak sama setiap orang,” tutupnya.(*)

Pages: 1 2

To Top

You cannot copy content of this page