
KOTAKU, BALIKPAPAN-Desakan pembangunan Flyover alias jalan layang Muara Rapak semakin berhembus kencang menyusul terjadinya kecelakaan maut yang menyebabkan empat orang meninggal dunia, Jumat (21/1/2022) sekira pukul 06.15 Wita. Tragedi itu pun untuk kesekian kalinya terjadi.
“Saya sudah mengusulkan sejak tahun 2019, agar tahun 2020 dibangun, 2022 mestinya sudah selesai,” lantang Gubernur Kaltim H Isran Noor menjawab awak media saat dijumpai usai menjenguk korban kecelakaan maut Rapak, yang tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kanudjoso Djatiwibowo, Sabtu (22/1/2022).
Wacana pembangunan jalan layang bukan tanpa alasan. Karena sejatinya berfungsi untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, efisiensi serta mengatasi hambatan karena konflik di persimpangan.
Bahkan ungkap dia, tak hanya jalan layang Rapak, kala itu, Isran juga mengusulkan pembangunan RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Keduanya menggunakan skema tahun jamak (Multiyears Contract).
Namun ia menyiratkan bahwa usulan tersebut ditolak. “Dalam membangun harus dapat persetujuan dari lembaga terkait,” sahutnya. Hanya saja, Isran tidak menyebut lembaga yang memberi penolakan. Termasuk saat ditanya lembaga yang dimaksud yakni DPRD. Lagi-lagi Isran enggan merinci.
Meski begitu ia memastikan secepat mungkin berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Karena kebetulan statusnya jalan nasional. Tapi soal jalan, dananya sumbernya darimana saja enggak masalah,” sahutnya.
Apalagi hasil koordinasinya dengan kepolisian bahwa jalan layang di Muara Rapak, dibutuhkan. “Kami sudah mendapatkan informasi, kepolisian sudah memberikan simulasi supaya segera dibangun Flyover,” pungkasnya. (*)



