
KOTAKU, BALIKPAPAN-Menjelang tutup tahun 2025, DPRD Kota Balikpapan mengingatkan pentingnya percepatan proyek pembangunan agar anggaran terserap maksimal dan tidak menumpuk menjadi Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).
Pesan ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman dalam Rapat Paripurna yang digelar, Jumat (28/11/2025) di Hotel Gran Senyiur. Yono pun meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak lebih cepat.
“Ada sejumlah proyek yang terhambat secara teknis, terutama yang berkaitan dengan sistem Kementerian Dalam Negeri tapi itu bukan alasan untuk menghentikan pekerjaan.
OPD harus tetap gas. Minimal proyek kecil dan jangka pendek harus selesai sebelum 20 Desember supaya manfaatnya cepat dirasakan warga,” ujarnya.
Legislator dari Partai NasDem dengan Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Selatan ini juga mengingatkan risiko Silpa yang selalu menjadi sorotan pemerintah pusat.
Menurutnya, daerah dengan sisa anggaran besar dianggap tidak maksimal mengelola pembangunan.
“Silpa jangan sampai kejadian. Pemerintah pusat selalu mengingatkan, anggaran jangan “ngendon”. Setiap rupiah harus balik manfaatnya untuk masyarakat,” tegasnya.
Selain menekan OPD, Yono juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pekerjaan pembangunan.
Partisipasi warga dinilai penting sebagai bagian dari Check and Balance agar proyek berjalan sesuai rencana.
“Masyarakat itu elemen penting pengawasan. Mereka bisa kasih masukan kalau ada kendala atau pekerjaan yang tidak sesuai,” jelasnya.
Yono menambahkan bahwa DPRD terus memperkuat koordinasi dengan OPD, terutama di wilayah Balikpapan Selatan yang sedang menjadi titik fokus pembangunan.
Dia mengingatkan seluruh proyek di wilayah tersebut perlu dikejar penyelesaiannya agar tidak terbentur batas waktu dan penyerapan anggaran.
“Semua proyek, terutama yang di Balikpapan Selatan, harus dipacu. Jangan sampai kerja terhenti dan anggaran tidak sempat dipakai,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, DPRD bersama OPD akan menggelar Forum Discussion Group (FGD) dan evaluasi anggaran sebagai ajang meninjau progres pembangunan secara menyeluruh dan memastikan catatan perbaikan bisa ditindaklanjuti.
“Waktu makin tipis. Yang utama adalah memastikan anggaran tepat sasaran, efektif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tutup Yono. (*)



