
KOTAKU, BALIKPAPAN-Uni Eropa menyatakan kesiapannya membantu Kaltim dalam upaya transisi energi bersih, karena dibutuhkan partner strategis untuk mewujudkan visi energi bersih. Oleh sebab itu, Menteri Energi Uni Eropa (EU), H E Kadri Simson menyambangi Kaltim guna menawarkan program kerja sama untuk membantu upaya transisi energi menjadi yang lebih bersih.
Seusai mengadakan pertemuan tertutup Novotel Balikpapan Simon menjelaskan kepada wartawan bahwa transisi menuju sumber energi yang lebih bersih tak hanya penting untuk mengatasi perubahan iklim, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan melindungi lingkungan.
Uni Eropa telah berkomitmen untuk mencapai netralitas iklim, tahun 2050 dan secara signifikan meningkatkan bauran energi terbarukan dan efisiensi energi, tahun 2030.
“Untuk memastikan bahwa transisi energi di tingkat global, kami perlu bekerja sama dengan mitra di seluruh dunia, dan Indonesia adalah negara kunci dalam hal ini,” kata Simson, Senin (5/9/2022).
Selain Indonesia, Vietnam dan India juga menjadi partner potensial dalam kerja sama ini. Sejauh ini, dia mengaku baru Afrika Selatan yang resmi menjadi mitra Uni Eropa dalam upaya mewujudkan transisi energi bersih dan berkeadilan, sesuai dengan pertemuan global terkait perubahan iklim di Glasgow, Skotlandia, tahun lalu.
Untuk mempercepat transisi energi, Uni Eropa telah mengembangkan berbagai kebijakan untuk mendukung peluncuran proyek energi terbarukan yang lebih cepat sambil memensiunkan bahan bakar fosil secara bertahap. Paket kebijakan ‘Fit for 55’, khususnya, dilengkapi dengan serangkaian tindakan spesifik masing-masing sektor untuk memastikan kemajuan dalam transisi energi untuk semua sektor ekonomi, termasuk industri, bangunan, pemanas dan pendingin, serta transportasi.
Implementasi paket tersebut akan mengurangi emisi gas rumah kaca Uni Eropa sebesar 55 persen tahun 2030. Rencana ‘REPowerEU’ akan semakin mempercepat transisi energi bersih dengan prosedur perizinan yang lebih cepat dan penyebaran tenaga surya, biometana, hidrogen terbarukan, dan heatpumps yang lebih besar.
Memastikan keadilan sosial dari transisi energi merupakan prioritas utama bagi Uni Eropa baik dalam maupun luar negeri. Uni Eropa dan negara-negara anggotanya mengambil bagian dalam Kelompok Kemitraan Internasional untuk membentuk Kemitraan Transisi Energi yang adil dengan Indonesia, yang akan memberikan bantuan keuangan dan teknis untuk mentransisikan sektor energi Indonesia secara adil dan inklusif, tanpa meninggalkan siapa pun.
Dalam diskusi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Simson menekankan kesiapan Uni Eropa untuk bekerja sama dengan mitra internasional, seperti Indonesia, dalam transisi hijau dan adil.
“Uni Eropa memiliki banyak pengalaman dalam menghijaukan sistem energi kami dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Saya di sini hari ini untuk belajar bagaimana pengalaman ini dapat bermanfaat bagi Indonesia dan Kalimantan. Energi terbarukan, infrastruktur hijau, dan efisiensi energi adalah area untuk investasi yang produktif dan berkelanjutan dan ini sangat tepat waktu dengan rencana relokasi Indonesia untuk ibu kota baru di Kalimantan,” ujarnya.
Di sisi lain, dia mengaku transisi dari energi fosil menjadi energi bersih juga perlu memikirkan nasib pekerja sektor pertambangan. “Mereka juga mesti mendapat pekerjaan baru, sehingga dalam proses transisi ini tidak ada yang ditinggalkan,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Munawwar menyampaikan bahwa pemakaian energi bersih di Kaltim hingga tahun 2021 sebesar 6,5 persen. Capaian ini, katanya, masih jauh dari target 12 persen penggunaan energi terbarukan, tahun 2025 mendatang.
“Pada pertemuan kemarin dibahas soal kesediaan Uni Eropa membantu Provinsi Kaltim dalam pengembangan energi bersih. Mereka siap membantu peningkatan SDM, pertukaran pengetahuan bahkan secara finansial,” ucapnya.
Kaltim, menurutnya juga memiliki potensi energi bersih, baik dari potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) maupun tenaga angin. “Saya berharap akan ada pertemuan lanjutan dengan Uni Eropa untuk membahas lebih detail rencana kerjasama dalam bidang energi terbarukan ini,” pungkasnya. (*)



