
KOTAKU, BALIKPAPAN-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltim UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Wilayah Balikpapan punya cara tersendiri dalam mengejar target penerimaan pajak kendaraan bermotor. Salah satunya dengan ‘jemput bola’ mencari para wajib pajak di tiap kelurahan. Seperti yang dilakukan di Kelurahan Manggar, Selasa (14/6/2022). UPTD PPRD Wilayah Balikpapan mengingatkan sejumlah wajib pajak yang menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotor khususnya roda empat untuk segera melakukan pembayaran. Lengkap dengan total pajak yang akan dibayarkan. Dengan menggelar sosialisasi pelayanan Samsat sekaligus menyampaikan tunggakan pajak kendaraan bermotor.
Aksi jemput bola yang dilakukan dengan menggandeng masing-masing ketua RT Kelurahan Manggar.
“Melalui kegiatan ini dan keterlibatan ketua RT diharapkan masyarakat semakin sadar akan kewajibannya. Karena semakin (lama) menunggak semakin besar biaya yang harus dibayarkan,” jelas Kasi Pembukuan dan Penagihan Bapenda Provinsi Kaltim UPTD PPRD Wilayah Balikpapan Indun Salbiah Ningsih di sela kegiatan.
Melalui kerja sama itu pula, lanjut dia menerangkan, Indun karib ia disapa berharap, jumlah tunggakan pajak sekaligus dapat menyelesaikan permasalahan yang menjadi penyebab terjadinya tunggakan. “Selama ini dalam data kami, terdapat berbagai permasalahan. Seperti kendaraan yang rusak tidak dilaporkan, kendaraan sudah dijual juga tidak melapor. Jadi kami ingin, semua data kami yang terbaru,” ulasnya.
Di sisi lain, aksi jemput bola bertujuan untuk mengingatkan wajib pajak kendaraan bermotor yang mungkin saja lupa memenuhi kewajibannya yang sudah jatuh tempo. Karena setiap pajak yang dibayarkan akan kembali kepada wajib pajak dalam bentuk pembangunan dan fasilitas umum. Sehingga penting bagi seluruh wajib pajak kendaraan menunaikan kewajiban pajaknya.
Disebutkan di Kelurahan Manggar, total tunggakan periode 2019-2022 mencapai Rp3,6 miliar dengan total kendaraan 699 unit. Itu khusus roda empat. Sedangkan program jemput bola dalam kesempatan tersebut, tahap awal menyasar Rp1,4 miliar dengan 288 unit kendaraan.



