
KOTAKU, BALIKPAPAN-Stunting merupakan kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan anak, penyebab utama dari stunting yakni kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.
Penanganan stunting butuh uluran tangan segala unsur. Nah kiat menekan kasus stunting, Kelurahan Klandasan Ulu berkolaborasi dengan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Seperti diketahui, di kawasan Klandasan Ulu banyak terdapat rumah makan, hotel dan pertokoan.
“Maka kami menawarkan, apakah terlibat dan mendukung. Dan ternyata mau melalui program CSR,” tutur Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasi Permas) Kelurahan Klandasan Ulu Dina di kantor Kelurahan Klandasan Ulu di kawasan Pasar Klandasan, Selasa (31/10/2023).
Dari CSR itu, kata Dina pencegahan kasus stunting dilakukan dengan memberikan makanan bergizi oleh sejumlah rumah makan dan fasilitas berenang yang disediakan perhotelan serta bahan pangan dari pertokoan.
“Dan ini dua kali dalam sepekan, mereka datang dan orang tuanya,” sebutnya.
Adapun penerima manfaat merujuk data Puskesmas setempat.
“Selain itu kami juga turun ke Posyandu, kan anak stunting itu ada cirinya-cirinya, kemudian orang tuanya juga harus kooperatif,” tuturnya.
Dalam hal ini juga ada tantangan tersendiri mengingat bisa saja ada orang tua yang malu jika anaknya gejala stunting.
“Nah kalau sudah seperti ini kami harus melakukan pendekatan dulu memberi penjelasan,” ujarnya.
Lurah Klandasan Ulu R Novi Invani menambahkan selain menggandeng swasta, Kelurahan Klandasan Ulu juga memberikan bantuan seperti telur.
“Vitamin, serta makan-makan bergizi,” sebutnya.
Kendati demikian, Novi menyampaikan untuk penanganan stunting tidak bisa hanya berharap dari luar, namun juga butuh keperdulian keluarga.
“Jangan hanya berharap dari luar, tapi di rumah juga harus diperhatikan, memberikan makanan yang bergizi,” pungkasnya. (*)



