Metro Advertorial

Kelurahan Manggar Baru Ajak Warga Kelola Sampah Jadi Rupiah

Mohamad Hadhi Rifa’i

KOTAKU, BALIKPAPAN-Kelurahan Manggar Baru berlokasi di Kecamatan Balikpapan Timur mengajak masyarakat sekitar dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mengelola dan memilah sampah di Pantai Wisata Cemara guna menjaga kebersihan sekaligus mendapatkan nilai jual dari sampah plastik yang dipilah.

Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari Implementasi Aksi Perubahan oleh Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman, Ketertiban (Trantib) dan Lingkungan Hidup Kelurahan Manggar Baru Mohamad Hadhi Rifa’i.

Hadhi sapaan akrabnya mengatakan, sebelum melakukan kegiatan tersebut, dia berkoordinasi dengan Pokdarwis di Pantai Cemara terkait pengolahan sampah dan pembentukan Unit Pengelolaan Sementara atau penampungan sementara.

“Pengelolaan sampah ini ‘kan memilah antara sampah organik dan residu sampah.

Sampah organik ini kalau saya lihat di pantai sedikit, kalau mau dijadikan kompos membutuhkan waktu lama untuk diurai, apalagi tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana termasuk mesin pencacah.

Sehingga ditimbun atau dibuang, tapi kalau sekarang sudah lebih baik, dengan disentralkan dalam satu area,” ujar Hadhi saat ditemui di kantornya, Kelurahan Manggar Baru, Rabu (28/8/2024).

Menurutnya, pemusatan sampah di area yang telah ditentukan bertujuan untuk meminimalisir area penumpukan sampah, sehingga pantai tampak lebih bersih dan pengolahan sampah jadi lebih mudah.

Sementara itu, untuk sampah plastik yang juga dipisahkan dalam area penampungan sementara, akan dikelola dan selanjutnya ditimbang bersama Bank Sampah RT 11 Kelurahan Manggar Baru.

“Jadi sampah plastik dipilah, sampah organik juga dipilah dan sampah residu pun kami pisahkan, kemudian untuk sampah plastik seperti botol, kami bekerja sama juga dengan bank sampah agar nantinya ada nilai jual melalui proses penimbangan dan lainnya,” terang Hadhi.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, dia juga menyebut langkah ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang mengelola sampah dengan baik.

Sehingga dapat membantu pemerintah dalam menangani permasalahan sampah dengan memberdayakan masyarakat.

“Saya mengajak melalui edukasi dan sosialisasi, baik secara formal dan informal, artinya mau perorangan ataupun berkelompok, saya memberi sosialisasi tentang kepedulian lingkungan karena sampah.

Kalau kami lihat dari tumbuh kembang pesatnya pantai ini ‘kan ada pengaruh dari pertumbuhan penduduk juga,” ucapnya.

Dia menerangkan, potensi sampah yang bisa dihasilkan di kawasan Pantai Cemara dalam satu hari bisa mencapai 16 Kilogram (kg) dan jika dikalkulasikan dalam satu tahun, sampah yang dihasilkan mencapai kurang lebih 5 ton.

“Dengan Aksi Perubahan ini juga membantu mengurangi timbunan sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pengolahan Akhir, Red) Manggar, paling tidak (volume) sampah di Kelurahan Manggar Baru bisa berkurang.

Intinya dengan kegiatan ini mengajak peran serta masyarakat agar peduli menjaga lingkungan,” pungkasnya. (*)

To Top

You cannot copy content of this page