
KOTAKU, BALIKPAPAN-Merespon ide Pemerintah Kota Balikpapan untuk membuat layanan klinik ekspor agar pelaku UMKM mendapatkan, bimbingan, masukan, informasi dalam masuk pangsa ekspor, Kementerian Perdagangan RI gelar seminar pengembangan ekspor produk unggulan daerah di Hotel Grand Jatra, Selasa (7/12/2021).
“Kami dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melihat ini satu cara yang baik untuk bisa mendukung kegiatan ekspor,” jelas Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag RI, Marolop Nainggolan usai acara.
Marolop Nainggolan mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini, sehingga pihaknya segera merespon rencana tersebut dengan hadir langsung ke Balikpapan untuk bertemu dengan para pelaku UMKM serta stakeholder dalam menyusun langkah-langkah yang akan dilakukan.
“Apa yang bisa dilakukan dalam waktu dekat, apakah sudah bisa dibuat selengkap seperti yang sudah ada di tempat lain. Atau masih kami lihat permulaan apakah masih level pemula. Nanti kami tentukan, seperti apa peran Kementerian Perdagangan di sini nanti. Itu sebenarnya kami datang ke sini,” paparnya.
Menurutnya, antusias dari pelaku usaha cukup banyak dan baik untuk masuk pasar ekspor, akan tetapi belum cukup paham terkait dengan pasar ekspor.
Terkait itu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pasar ekspor di antaranya pembiayaan hingga kapasitas. “Jangan merasa produk sudah bagus tetapi tidak berhitung berapa ongkos produksi kemudian kapasitas berapa besar yang bisa disiapkan,” imbuhnya.
Hal ini mempengaruhi ketika nantinya bertemu calon pembeli di luar negeri. Pasalnya, importir ini menjual kembali, sehingga dibutuhkan jumlah besar yang tujuannya untuk menutup ongkos pengiriman, pergudangan dan lain sebagainya. “Itu harus diperhitungkan UMKM, boleh semangat untuk ekspor tetapi harus bisa mempersiapkan diri,” ulasnya kemudian.



