Ekbis

Kenalin Nih, Komunitas Porang Borneo! Bertani Mandiri, Bangun Rantai Distribusi Kini Siap Ekspor

“Di Kaltim yang cocok porang. Kalau sawit dan karet sudah jalan di Kaltim. Saya kemarin ke Sidrap, saya lihat perbandingannya, teman-teman di sana masih manual dan tradisional. Petani porang di Kaltim jauh lebih baik dan sangat antuasias,” tuturnya.

Adanya koperasi, imbuh Abdul Rahman selain menghimpun seluruh petani, berperan aktif melakukan ekspor hasil produksi.

“Melalui koperasi bisa langsung diekspor ke China karena pembeli sudah ada. Mudah-mudahan tahun depan ekspor perdana porang dari Balikpapan. Syukur-syukur koperasi bisa bangun pabrik,” paparnya.

Rencana ekspor dari Balikpapan bukan perkara sulit karena sudah ditunjang dengan kehadiran pelabuhan laut yang melayani pelayaran langsung ke luar negeri melalui Terminal Peti Kemas Karingau.

Sementara tantangan berupa harga bibit yang mahal yang berkorelasi positif dengan kemampuan modal, tak luput dari perhatiannya. “Sudah ada bank yang siap tapi memang harus ada (kepastian) siklus tanam, pabrik, pembeli siapa. Kalau semua itu sudah siap, mereka juga siap memberikan (pinjaman) dana kepada petani,” pungkasnya. (*)

Pages: 1 2 3 4

To Top

You cannot copy content of this page