
Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan pengetahuan masyarakat mengenai kebencanaan, khususnya potensi bahaya di kawasan pantai di Balikpapan.
Lauhil juga menjelaskan bahwa generasi muda Balikpapan perlu mempunyai orientasi yang kuat terhadap penanganan penanggulangan bencana.
“Masyarakat sejak dini harus paham mengenai kebencanaan minimal dari hal kecil.
Seperti waktu berlibur di pantai, ketika terjadi sesuatu di pantai seperti apa tindakan yang diperlukan,” jelasnya kemudian.
Selain Politeknik Ilmu Pelayaran Balikpapan, Sosialisasi Potensi Bahaya bagi Keselamatan Pengunjung di Kawasan Wisata Pantai Balikpapan juga diisi oleh Enviromental Complience PT KPI Unit Balikpapan.
Materi yang disampaikan terkait dengan program sosial lingkungan yang telah dilakukan PT KPI Unit Balikpapan.
Kegiatan juga turut dimeriahkan dengan simulasi evakuasi korban dari air oleh Basarnas.
Lauhil mengapresiasi PT KPI Unit Balikpapan karena telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini.
Salah seorang peserta dari SMK Kartika, Martin Riyandri mengaku mendapat banyak pelajaran dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan hari ini dapat banyak materi mengenai bahaya bermain di pantai serta apa yang pertama dilakukan ketika terjadi bencana.
Harapannya semoga lebih banyak mengerti mengenai potensi bahaya dan penanganannya agar lebih aman ketika bermain di pantai,” kata Martin. (*)



