
KOTAKU, BALIKPAPAN-Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Mekar Sari pamer kinerja kinclong dalam lokakarya lintas sektor yang digelar di ruang pertemuan puskesmas, Rabu (3/12/2025).
Salah satu kinerja paling membanggakan yakni menekan penyebaran kasus penularan Tuberkulosis (TB).
Itu ditandai dengan keberhasilannya menggedor kesadaran orang yang kontak erat dengan pasien TB lewat program Terapi Pencegahan TB (TPT) sehingga tidak sempat tertular.
Dari semula hanya dua orang kontak erat yang mengikuti TPT dari total 30 kasus TB yang ditangani Puskesmas Mekar Sari periode triwulan IV tahun 2025, kini sudah menjangkau 11 orang kontak erat.
“TPT untuk kontak erat biasanya anggota keluarga. Sama seperti pasien TB, TPT juga mengkonsumsi obat, tapi obat pencegahan.
Durasinya bervariatif tergantung indikasi. 3 bulan ada juga hingga 6 bulan,” ucap Kepala UPTD Puskesmas Mekar Sari drg Lily Anggraini diwawancarai usai kegiatan.
Dia menerangkan TPT penting untuk kontak erat karena penularan TB tidak seketika. “Bisa jadi tahun depan makanya harus TPT untuk pencegahan dini,” sambungnya.
Berkat kesadaran itu pula, lanjut drg Lily sapaan akrab drg Lily Anggraini, jumlah kasus TB di wilayahnya mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
“Kami memang memprioritaskan penanganan TB karena Mekar Sari, populasi pendatang cukup tinggi. Kami serius melacak TB termasuk meningkatkan kesadaran kontak erat agar TPT,” ujarnya serius.
Selain TB, penyakit menular lainnya seperti Demam Berdarah Deunge (DBD) turut menjadi perhatian. Pun begitu dengan HIV/AIDS.
Dalam lokakarya tersebut, drg Lily mengungkapkan keberhasilannya menekan kasus DBD lewat aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang digelar masif.
“(kasus) DBD turun tapi masih ditemukan jentik karena masih ada warga nampung air hujan.
TB dan DBD penanganan harus prioritas namun dibutuhkan peranan lintas sektor. Menurunkan angka kesakitan yang utama itu dibutuhkan keterlibatan warga karena sifatnya kesadaran,” lugasnya.
Terkait itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Pelayanan Publik Kelurahan Mekar Sari Agus Salim yang berkesempatan hadir mewakili lurah memastikan peranannya.
“Saat pengajuan IMTN atau sertifikat tanah, kelurahan biasanya melakukan peninjauan lapangan. Dari situ kami bisa mengimbau untuk tertib mendirikan bangunan termasuk mem bantu mengingatkan agar menerapkan 3M plus dalam rangka pencegahan DBD,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Salim turut mengapresiasi kinerja kinclong Puskesmas Mekar Sari dalam menekan kasus penyakit.
Ketua LPM Mekar Sari H Rusdi Purnama yang turut hadir dalam kegiatan lokakarya tersebut menyatakan dukungan terhadap upaya pencegahan penyakit yang getol dilakukan Puskesmas Mekar Sari.
“Kami siap melibatkan warga lewat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,” imbuhnya.
Perihal itu drg Lily mendorong agar warga aktif menggelar aksi Kerja Bakti Massal (KBM). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya sehat karena beraktivitas tapi juga lingkungan bersih bebas dari genangan air yang menjadi habitat bagi jentik nyamuk untuk bertelur, tumbuh, dan berkembang biak hingga menjadi nyamuk dewasa.
Turut hadir dalam kesempatan lokakarya kepala sekolah maupun perwakilan sekolah lingkungan kerja Puskesmas Mekar Sari.
Masing-masing SDN 030, SDN, 013, TK Kenari, TK Melati, TK Madinatul Iman dan SMK Mulawarman.
Tidak ketinggalan kehadiran Bhabinkamtibmas Mekar Sari serta para kader Posyandu. (*)



