Ekbis

KKT Tutup Tahun 2025 dengan Kinerja Positif

KOTAKU, BALIKPAPAN-Tahun 2025 menjadi periode yang menuntut kesiapan dan konsistensi bagi operasional pelabuhan.

Arus barang bergerak dinamis, jadwal kapal terus berjalan, dan kebutuhan distribusi harus tetap terpenuhi.

Dalam situasi tersebut, PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menjalankan perannya sebagai simpul logistik dengan menjaga ritme pelayanan dari awal hingga akhir tahun.

Sejak Januari 2025, aktivitas bongkar muat di terminal berlangsung tanpa henti.

Hingga 29 Desember 2025, PT KKT mencatat arus bongkar muat peti kemas sebanyak 198 ribu TEUs.

Pergerakan peti kemas tersebut sejalan dengan intensitas kunjungan kapal yang terus berlangsung sepanjang tahun.

Tercatat estimasi 537 Call kapal peti kemas dilayani hingga akhir Desember 2025. Setiap kunjungan kapal memerlukan pengaturan sandar yang presisi, kesiapan peralatan, serta koordinasi antarunit kerja.

Proses tersebut menjadi bagian dari keseharian operasional terminal dalam memastikan kapal dapat dilayani tepat waktu.

Di balik aktivitas tersebut, kinerja operasional menjadi acuan utama. Sepanjang 2025, produktivitas bongkar muat tercatat dengan BCH ET sebanyak 28,08 box per jam dan BSH ET sebanyak 32,61 box per jam.

Sementara itu, rasio efektivitas waktu sandar kapal atau ET per BT mencapai 72,58 persen.

Direktur Utama PT KKT Enriany Muis menyampaikan bahwa capaian tersebut lahir dari proses yang dijalani secara konsisten sepanjang tahun.

“Capaian arus peti kemas dan produktivitas 2025 merupakan hasil dari kesiapan peralatan, kedisiplinan operasional, serta koordinasi SDM di lapangan,” ujar Enriany Muis dalam siaran pers.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan evaluasi di setiap tahapan operasional.

“Kami memastikan setiap proses berjalan sesuai standar layanan. Konsistensi sepanjang 2025 menjadi bekal penting untuk menjaga keandalan pelayanan dan meningkatkan kinerja pada periode berikutnya,” lanjutnya.

Menutup tahun 2025, PT KKT memandang capaian ini sebagai fondasi. Penguatan sistem operasional, optimalisasi infrastruktur, serta peningkatan kapasitas SDM akan terus dilakukan secara berkelanjutan. (*)

To Top

You cannot copy content of this page