
KOTAKU, BALIKPAPAN- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) duduk bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) membahas industri kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim).
Esensi industri kelapa sawit dibahas tuntas dalam Workshop Jurnalistik yang mengangkat tema Tinjauan Tantangan Implementasi Kebijakan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) di Kaltim terhadap Potensi Pengembangan Ekonomi Daerah.
Kegiatan digelar di Ballroom Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Kamis (25/7/2024).
Tampak Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Ketua PWI Kaltim Abdurahman Amin, CEO Warta Ekonomi Muhamad Ihsan serta dipandu wartawan senior Sumarsono.
Hadir pula Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim AKBP Nyoman Wijana serta para jurnalis dari berbagai media.
Ketua PWI Hendry Ch Bangun mengatakan, industri kelapa sawit sangat berperan dalam perekonomian nasional.
“Batu bara barangkali memiliki nilai ekspor yang lebih besar, tetapi orang atau bahkan masyarakat yang terlibat dan umumnya di pedesaan (bergantung) kehidupan dari kelapa sawit ini sangat banyak,” ujar Hendry.
Ia menjelaskan, PWI bekerja sama dengan GAPKI sejak 2018.
Dulunya, pemberitaan industri kelapa sawit cukup intens dengan perbandingan sentimen pemberitaan yang cukup signifikan.
Yakni 70 persen pemberitaan bernuansa negatif dan 30 persen positif.
Menurutnya hal ini dipengaruhi beberapa lembaga internasional yang konsen terhadap perkembangan industri kelapa sawit.
Padahal produk kelapa sawit lebih banyak manfaatnya, bila dibandingkan dengan produk turunan minyak bunga matahari ataupun minyak kedelai.
“Hasilnya sangat jauh, kalah dengan kelapa sawit,” ucapnya.
Ia pun mengajak para wartawan untuk mulai melakukan kerja-kerja jurnalistik dalam perspektif positif.
“Jurnalis harus memberikan sikap, inilah sikap kami sebagai wartawan Indonesia yang memiliki peran untuk menjaga kedaulatan bangsa Indonesia dengan berbagai sisi dan fungsi,” ungkapnya.
Senada, Ketua PWI Kaltim Abdurahman Amin menyampaikan pentingnya workhop dalam upaya meningkatkan kompetensi wartawan, khususnya sektor industri kelapa sawit yang terus tumbuh di Kaltim.
“Sawit termasuk sektor yang paling banyak menyokong PDRB (Produk Domestik Regional Bruto, Red) Kaltim selain batu bara,” ujarnya, saat memberi sambutan.
Ia menyampaikan, industri kelapa sawit di Kaltim, dibangun dengan pendekatan yang memprioritaskan keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.
Sehingga tidak hanya padat modal, tetapi juga padat karya dan menyentuh masyarakat di desa-desa.
Rahman berharap Workshop Jurnalistik kali ini dapat menambah wawasan wartawan PWI Kaltim, sehingga dapat menyajikan pemberitaan proporsional dan profesional.
“Sudah sewajarnya jurnalis menempatkan isu sawit, menjadi isu yang tidak kalah seksinya seperti isu politik dan isu kriminal.
Tapi memang harus diakui bahwa khususnya kami yang berada di Kaltim, baik Samarinda dan juga Balikpapan, mengenai isu sawit belum tergarap secara maksimal,” imbuhnya. (*)



