
KOTAKU, BALIKPAPAN-Pembangunan rumah sakit tipe C di Kecamatan Balikpapan Barat menjadi salah satu perhatian Komisi IV DPRD Balikpapan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Gasali mengatakan Komisi IV telah mengagendakan peninjauan ke rumah sakit tersebut, meskipun belum ada komunikasi lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dan kontraktor pelaksana.
“Sebenarnya kami belum tahu persis letaknya, namun kami akan panggil Dinas Kesehatan untuk segera mengagendakan peninjauan,” kata Gasali, Senin (11/11/2024).
Terkait jadwal peninjauan, Gasali mengaku akan melakukan kunjungan setelah masa reses anggota dewan selesai pekan ini.
Menurutnya, memantau rumah sakit di Balikpapan Barat itu dinilai penting dan mesti disegerakan, mengingat pembangunannya sudah dianggarkan.
“Jadi kami fokus selesaikan reses dulu, karena kegiatan ini juga sebagai salah satu agenda kewajiban kami, guna mendengarkan dan menampung segala aspirasi warga.
Semoga setelah reses, kami akan segera tinjau progres pembangunan rumah sakit itu. Apakah pembangunan itu masih bisa terselesaikan dalam jangka waktu yang sudah disepakati,” sambungnya.
Sekadar diketahui, rumah sakit dibangun di atas lahan eks Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kaltim, dengan luas 30×170 meter hingga ke arah laut.
Pembangunan dibagi menjadi dua tahap, disesuaikan ketersediaan anggaran.
Pada tahap pertama, progresnya akan terfokus pada pembangunan konstruksi rumah sakit. Dengan kucuran anggaran yang tersedia sebesar Rp106 miliar dari APBD 2024.
Sesuai Detail Engineering Design (DED), rumah sakit tipe C ini berkapasitas 103 tempat tidur, terdiri dari lima lantai dan satu basement.
Setelah struktur bangunan rampung, pembangunan akan berlanjut pada proses finishing tahun 2025. Dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 60-70 miliar dari APBD 2025.
Tercatat, waktu pekerjaan hingga 210 hari atau tujuh bulan dengan masa pemeliharaan 365 hari kalender.
Dalam kesempatan sama, Gasali mengatakan pihaknya akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan semua mitra Komisi IV, guna mensinkronisasikan kinerja antara pengawasan DPRD dan pengerjaan fisik oleh dinas terkait.
“Jadi kami akan panggil RDP semua mitra kami terkait program 2024,” ujarnya.
Gasali menambahkan, mengenai rencana pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur, sudah dilakukan penetapan lokasi (Penlok).
DED juga telah tersedia, serta penganggarannya sudah masuk batang tubuh APBD. Tinggal pengesahan saja.
“Mudah-mudahan lancar, tidak ada halangan. Dan awal tahun 2025, semoga sudah bisa dilelang. Dan siapapun pemenang lelang rumah sakit Balikpapan Timur nanti, semoga bisa mengerjakannya tahun 2025 mendatang,” harapnya. (*)



