
KOTAKU, BALIKPAPAN-Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Doris Eka Rian Desyanto memastikan alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan, diprioritaskan.
“Jelas kalau untuk kesehatan (alokasi) anggaran 30 persen, pendidikan 20 persen (dari total nilai APBD Balikpapan 2024).
Itu sudah amanah Undang-Undang,” ujar Doris, ditemui saat rapat pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2024, di DPRD Kota Balikpapan, Rabu (2/8/2023).
Ia menjelaskan, saat ini pengalokasian anggaran APBD 2024 masih tahap pembahasan.
Namun dipastikan alokasi untuk kedua sektor krusial, yakni kesehatan dan pendidikan, disesuaikan dengan persentase yang sudah diatur dalam Undang-Undang.
Apalagi, kata dia, banyak program yang akan dilaksanakan tahun 2024 nanti.
“Banyak rumah sakit yang ingin kami bangun. Puskesmas yang ingin kami rehab, itu untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia mencontohkan pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yakni pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat. Kini sudah masuk tahap lelang pekerjaan.
“Saya secara pribadi dan sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan mendorong pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.
Doris melanjutkan, DPRD bersama Pemkot Balikpapan telah sepakat dan merencanakan pembangunan dua sekolah jenjang SMP, di Balikpapan Tengah dan Balikpapan Timur.
“Sudah kami alokasikan sekitar Rp50 sampai Rp60 miliar untuk dua sekolah.
Mudah-mudahan tepat waktu semua. Ini upaya kami mewujudkan program dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Red) Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud juga. Semoga bisa terlaksana semua,” tukasnya.
Selain itu, program kesejahteraan masyarakat yang dituangkan dalam visi misi wali kota, juga akan dilanjutkan.
Yakni berupa program BPJS gratis dan pembagian seragam sekolah gratis.
“Program itu sangat membantu masyarakat,” imbuhnya. (*)



