Ekbis

KPR Komersil di Kaltim Balap Kredit Rumah Bersubsidi, BTN Komitmen Dukung Pembangunan 1 Juta Hunian MBR

Dialog interaktif di ajang Musda III DPD Apersi Kaltim di Platinum Balikpapan Hotel and Convention Hall, Senin (15/12/2021) (foto:kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Kantor Wilayah V meliputi Kalimantan, Sulawesi dan Papua mencatat, realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi di Kaltim menukik imbas turunnya harga komoditas batu bara yang jadi andalan ditambah badai pandemi Covid-19 yang memukul mundur sektor usaha.

Hal itu diungkapkan Kepala BTN Kanwil V Teguh Wahyudi saat didapuk sebagai pembicara dalam dialog interaktif rangkaian Musyawarah Daerah III DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kaltim di Platinum Balikpapan Hotel and Convention Hall, Rabu (15/12/2021).

“Dari Rp227 miliar tahun 2019 menjadi Rp160 miliar tahun 2020. Sedangkan tahun 2021, posisi hingga Oktober, Rp105 miliar,” terangnya.

Tapi di sisi lain, lanjut dia menerangkan, permintaan KPR non subsidi justru melejit dua kali lipat bahkan lebih. “(realisasi penyaluran) Rp55 miliar tahun 2020 sedangkan tahun 2021 hingga Oktober sudah mencapai Rp127 miliar,” pukaunya.

Meski begitu ia memastikan komitmen BTN dalam mendukung pembangunan 1 juta rumah subsidi seluruh Indonesia oleh para pengembang. Terlebih di Kaltim, yang telah resmi ditetapkan sebagai lokasi baru Ibu Kota Negara (IKN), BTN akan mendukung pembangunan hunian oleh para pengembang. Mulai pembebasan lahan, penyediaan kredit konstruksi termasuk fasilitas KPR bersubsidi kedua bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri dan pegawai BUMN yang akan pindah tugas ke Kaltim. Dengan syarat menunjukkan Surat Keputusan (SK) pindah tugas. “Nah ini peluang bagi Apersi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Apersi Kaltim Hj Sunarti Amirullah yang terpilih dalam Musda III dan resmi dilantik, mengatakan dalam rangka mendukung pembangunan IKN di Kaltim, mencanangkan pengembangan 10 ribu unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Penajam Paser Utara (PPU) dan 1.800 unit di Samboja Kutai Kartanegara (Kukar). “Pengembangan mulai tahun 2022,” ujarnya usai dilantik. Tak cuma itu, ia juga akan merangkul pengembang baru untuk menjadi bagian dari Apersi Kaltim guna memenuhi kebutuhan hunian bagi MBR. (*)

To Top

You cannot copy content of this page