
“Banjir rob misalnya kelompok aktif melakukan sosialisasi, edukasi dan pemantauan terhadap kondisi yang mungkin terjadi,” jelasnya.
Senada disampaikan oleh Ketua Kelompok KSB Kelurahan Baru Tengah Imam Basuni. Imam menyampaikan bahwa KSB akan terus melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kesiapsiagaan kebencanaan.
“Kami telah memiliki beberapa program kerja. Salah satu nya kami akan melakukan pelatihan bersama Pertamina,” kata Imam.
Program ini tentunya perlu mendapat dukungan dari semua pemangku kepentingan. Hal tersebut disampaikan oleh Area Manager Communication, Relations & CSR KPI PT KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin.
“KSB merupakan salah satu program KPI Unit Balikpapan. Program ini lahir sebagai mitigasi dan bentuk kesiapsiagaan. Telah banyak kontribusi yang diberikan oleh Kelompok. Namun, semuanya itu tentu tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pemangku kepentingan,” kata Chandra.
Untuk itu, Chandra mengharapkan adanya dukungan dari semua pemangku kepentingan. Tidak hanya masyarakat dan pemerintah daerah namun juga kelompok-kelompok sukarelawan.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pemateri dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Frans Martin dan Dinas Sosial Kota Balikpapan Teguh Wijanarko. Hadir juga kelompok relawan TAGANA, SIKA, SIBA, RAMBU, LPM Margasari dan Baru Tengah, Lurah Baru Tengah dan perwakilan Kecamatan Balikpapan Barat.
Kegiatan juga diisi dengan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Masyarakat menyampaikan apresiasi dan aspirasinya kepada KSB terhadap hasil kerja dan pengembangan rencana kegiatan selanjutnya. (*)



