Metro Advertorial

Kunci Tekan Risiko Kematian Bumil dan Bayi, Bidan Puskesmas Baru Ulu Ingatkan 4T

KOTAKU, BALIKPAPAN-Bidan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, Sri Hartitiwati, mengingatkan pentingnya mengenali faktor risiko kehamilan yang termasuk dalam kategori 4T.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu hamil dan bayi. Empat faktor ini menjadi penyebab utama meningkatnya risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

“Kami selalu mengingatkan ibu dan keluarga bahwa kehamilan yang aman dimulai dari perencanaan. Dengan menghindari 4T, risiko kehamilan dapat ditekan secara signifikan,” ujar Bidan Sri Hartitiwati.

Dijelaskan, 4T terdiri dari Terlalu Tua yakni kehamilan saat usia ibu di atas 35 tahun. Itu rentan menimbulkan komplikasi seperti hipertensi dan diabetes gestasional.

Dikutip dari berbagai sumber diabetes gestasional merupakan kondisi diabetes yang kali pertama terdiagnosis saat kehamilan, biasanya trimester kedua atau ketiga. Ini terjadi karena hormon kehamilan menghalangi insulin bekerja dengan baik, sehingga kadar gula darah meningkat.

Kemudian Terlalu Sering yakni jarak kehamilan yang terlalu dekat, kurang dari dua tahun, membuat tubuh ibu belum pulih sepenuhnya.

Kemudian Terlalu Muda berupa khamilan saat usia ibu di bawah 18 tahun. Hal ini berisiko karena kondisi fisik dan mental ibu belum matang.

Yang terakhir yakni Terlalu Banyak. Ya, jumlah kehamilan yang terlalu banyak juga meningkatkan risiko ibu mengalami perdarahan dan komplikasi.

Bidan Sri Hartitiwati menjelaskan bahwa edukasi mengenai 4T penting disampaikan kepada masyarakat, terutama saat melakukan pemantauan ibu hamil.

Dalam pemantauan wilayah, dia juga memastikan ibu hamil risiko tinggi (resti) terdata dan terpantau dengan baik, termasuk memberikan rujukan cepat jika diperlukan.

Selain itu, edukasi mengenai gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan rutin, dan tanda bahaya kehamilan turut ditekankan. (*)

To Top

You cannot copy content of this page