
Sempat terjadi debat panas bahkan hampir rusuh saat membahas tim penjaringan Caketum Koni dan syarat dukungan pencalonan Caketum Koni. Untungnya Hery sapaan akrabnya sebagai pimpinan sidang mampu mengendalikan perdebatan tersebut sehingga raker dapat berjalan lancar sampai selesai.
Hery menjelaskan catatan hasil sidang komisi 1:
- Telah membentuk tujuh orang Tim Penjaringan dan Penyaringan terdiri dari dua orang unsur perwakilan pimpinan Koni, empat orang dari unsur cabor dan satu orang dari fungsional.
- Bahwa anggota Polri/TNI dan pejabat publik tidak boleh menjadi ketua Koni.
- Calon Ketua Koni Balikpapan harus mendapatkan dukungan tertulis 30 persen dari pengcab/pengkot dan fungsional dengan ketentuan setiap anggota Koni Balikpapan hanya boleh merekomendasikan/mendukung satu Calon Ketua Umum Koni Balikpapan dan harus ditanda tangani oleh ketua umum dan/atau sekretaris umum anggota Koni Kaltim.
- Apabila pengcab/pengkot badan fungsional mengusulkan lebih dari satu nama, maka syarat-syarat dukungan tersebut tidak sah.
- Surat dukungan dari pengcab/pengkot badan fungsional yang telah diberikan kepada salah seorang bakal calon tidak dapat dicabut lagi dengan alasan apapun.
- Pendaftaran Caketum dimulai sejak 1-8 April 2022.
- Musorkot dilaksanakan 24 April 2022.
Sidang komisi sesuai jadwal berjalan mulai pukul 13.00 -17.00 Wita. Sempat molor hingga 1 jam karena alotnya perdebatan. Hery saat ditanya beberapa media terkait persidangan menjelaskan bahwa terjadinya perdebatan dalam forum organisasi itu hal biasa dan merupakan dinamika yang menandakan bahwa organisasi Koni itu sehat.
“Terjadinya perdebatan hebat tadi menggambarkan bahwa organisasi KONI itu dihuni oleh orang- orang hebat dan berkualitas, perdebatan tadi sangat konstruktif dan hebat, masing-masing punya argumentasi yang hebat dan disampaikan dengan cara-cara terhormat, saya selaku pimpinan sidang
mengapresiasi kawan-kawan semua telah mencurahkan waktu, tenaga dan fikirannya untuk kemajuan Koni Balikpapan,” tutup Hery. (*)



