
Ada beberapa kategori hewan kurban yang memengaruhi besaran iuran. Antara lain kategori sapi, yang diikuti tujuh orang dan dipungut biaya sebesar Rp3 juta untuk setiap orang.
Adapun sapi kurban pertama merupakan kolektif perorangan atas nama Sumiati binti Asmara, Fauziah binti Asmad, Arkana Pratama Aidhil, Kusno bin Slamet, Sukri Bin Abdulla, Liony Safina bin Ismail serta M Sofiansyah.
“Sedangkan kedua sapi lainnya merupakan sumbangsih dari warga pribadi, atas nama Fadly dan Inca beserta keluarganya masing-masing,” ujarnya.
Sementara untuk peserta kurban kategori kambing, sumbangan Rp4 juta per orang.
Mekanisme iurannya sama dengan kategori sapi. Yakni terdiri dari tujuh orang.
Namun saat pelaksanaan kurban, kambing tersebut malah didatangkan langsung oleh masing-masing warga.
“Kupon yang telah tersebar sebanyak 207 lembar. Alhamdulillah hasil kurban 100 persen terbagi semua berdasarkan Kartu Keluarga (KK) untuk warga RT 30 dan 31.
Masing-masing warga menerima 2 Kilogram potongan daging kurban,” urainya.
Menurut Nuril, berkurban yang dilakukan dengan menyembelih hewan ternak bukanlah perkara yang tidak memiliki tujuan.
Dalam Islam, setiap perintah agama tentu memiliki tujuan dan manfaat yang besar bagi pelakunya.
Salah satunya selain mendapatkan pahala, mendapatkan ridho serta bukti rasa syukur yang ditujukan dalam bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.
“Tak hanya mendapatkan pahala dan ridho Allah, berkurban juga akan menguatkan tali silaturahmi.
Orang yang berkurban akan menjadi pribadi yang jauh lebih peduli dan peka dengan orang sekitarnya.
Dengan berbagi nikmat, maka tali persaudaraan pun akan semakin kuat. Khususnya warga Jalan Projakal Klandasan Ulu,” pungkasnya. (*)



