
Salah seorang mentor dari aplikasi Sniper, Sayid MN Fadly mengatakan Dinas PU memerlukan sistem yang bisa mengendalikan dan mengawas agar semua kegiatan Dinas PU dapat dikendalikan. Aplikasi yang merupakan hasil Kepala Dinas PU mengikuti Diklat PIN 2, penting untuk memiliki konsultan pengawasan agar konsultan pengawasan terlibat dalam kegiatan Dinas PU, termasuk masyarakat.
Mengingat saat ini Dinas PU memiliki ribuan kegiatan maka ketika data kegiatan Dinas PU dibutuhkan oleh wali kota atau instansi lain, dapat dengan mudah diperoleh dan data lebih akurat. “Agar semua lebih transparan,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat meluncurkan Sniper menyampaikan, aplikasi ini memiliki sistem pengawasan pengendalian pembangunan infrastruktur yang terpadu dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Saya mohon ini menjadi perhatian kami bersama,” imbuhnya.
Rizal mengingatkan kembali agar aparat Dinas PU melakukan berbagai pembenahan ke dalam, salah satunya masalah penataan aset. Yakni banyak proyek yang tidak dikerjakan tiga sampai lima tahun lalu tetapi penyerahan aset baru dilakukan saat ini. “Kami ketahui bersama soal aset ini sangat diperhatikan sekali baik pemeriksaan KPK dan BPK. Dua aparat ini saat ini mencermati soal-soal tata kelola aset,” tukasnya.(*)



