
KOTAKU, BALIKPAPAN-Komit menekan kasus stunting di Balikpapan kembali digelorakan. Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan H Gasali, menyerukan gerakan keluarga sehat sebagai langkah melawan stunting sejak dari akar permasalahan.
Pesan itu disampaikan Gasali dalam Dialog Warga yang digelar di lingkungan RT 37 Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (19/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Camat Balikpapan Timur, perwakilan Dinas Kesehatan Kota (DKK) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
Dalam forum tersebut, Gasali menyampaikan peningkatan prevalensi stunting di Balikpapan yang kini mencapai 22,7 persen, lebih tinggi dibanding tahun lalu.
Dia menegaskan bahwa kenaikan ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk bertindak cepat dan kolaboratif.
“Kenaika menjadi tantangan dalam mengawal kesehatan keluarga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan seluruh lapisan masyarakat,” tegas Gasali.
Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya kekurangan gizi, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh, kebersihan lingkungan, dan akses layanan kesehatan ibu dan anak.
Karena itu, DPRD Balikpapan mendorong sinergi lintas sektor agar upaya penanganan bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Gasali menekankan bahwa keluarga menjadi kunci utama dalam pencegahan stunting.
Edukasi kepada ibu muda, bahkan sejak remaja, dinilai penting agar memiliki pemahaman yang baik sebelum membangun rumah tangga.
“Kami ingin kesadaran tumbuh dari rumah. Ibu-ibu muda harus dibekali pengetahuan sejak dini agar mampu menciptakan generasi yang sehat dan kuat,” ujarnya.
Dialog Warga ini juga disebut Gasali sebagai upaya pencegahan dini. Bukan hanya dilakukan di daerah dengan kasus stunting tinggi, tetapi juga untuk menjaga agar masyarakat tetap sadar pentingnya gizi dan kesehatan keluarga.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau puskesmas sepi pasien, itu tanda masyarakat sudah sehat,” katanya disambut tepuk tangan warga.
Melalui edukasi berkelanjutan, pendampingan bagi ibu hamil dan balita, serta penguatan layanan kesehatan dasar, Gasali optimistis Balikpapan dapat melahirkan generasi emas bebas stunting.
“Ini tanggung jawab bersama. Dari rumah, mulailah lawan stunting untuk masa depan Balikpapan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)



