
KOTAKU, BALIKPAPAN-Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) mengelola enam ekor beruang. Keenam ekor beruang itu masing-masing bernama, Haris, Bedu, Pedro, Ana, Can, dan Batik. Untuk kelangsungan hidup satwa langka yang juga menjadi maskot Kota Balikpapan tentunya butuh uluran tangan dari para donatur.
Hingga saat ini ada dua perusahaan yang melakukan adopsi. Salah satunya Hotel Four Point Balikpapan by Sheraton, yang beberapa lalu menandatangani kerja sama untuk melakukan adopsi salah satu beruang dengan jenis kelamin betina yang bernama Ana.
“Yang betina itu yang harus dijaga, supaya bisa tetap bertahan. Kami juga melihat yang betina ada dua sedangkan jantan ada empat bukan mendeskreditkan yang lain, nah sisanya yang lima saya sih berharap yang lain bisa mensupport juga jadi bisa saling menbantu,” kata General Manager (GM) Four Point Balikpapan by Sheraton Muhammad Jufri Sakka kepada awak media, Kamis (3/6/2021).
Dijelaskannya metode kerja sama adopsi dalam bentuk pemberian donasi uang tunai yang nanti akan dikelola oleh KWPLH. “Jumlahnya ditentukan KWPLH karena nilai kebutuhan hidupnya dari sana yang tahu. Kami kerja samanya per tahun, insyaAllah ini bisa berkelanjutan.
Ini merupakan perdana, saya melihat baru kami, tapi untuk hotel group kami yang lainya itu juga ada seperti contohnya di Bali penyelamatan kura-kura. Jadi banyak kegiatan yang terkait dengan apa yang dimiliki oleh daerah tersebut,” jelasnya.
Ditargetkannya setelah melakukan adopsi, ia ingin memperkenalkan atau memperluas dengan tagline #loveana di seluruh hotel naungan JW Mariot Group yang ada di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.
“Supaya Balikpapan bisa semakin dikenal dan semakin disenangi, karena kalau Balikpapan ramai InsyaAllah akan menjadi berkah untuk semua, tujuan utamanya di situ,” akunya.
Setelah aksi adopsi, ia mengatakan akan ada yang paket edukasi.
“Ini bisa dinikmati sesegera mungkin Juni 2021,” ulasnya.
Saat ini, berbagai obyek wisata memang sedang surut yang disebabkan oleh pandemi. Hal itu merupakan sebuah tantangan namun bukan sebuah kendala. “Bagi saya itu tantangan yang kami lewati,” tegasnya.
Namun ia tetap mengikuti aturan yang berlaku dari pemerintah daerah. Rencana berikutnya, ia akan melakukan kerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, dengan tujuan membantu penjualan produk-produk perkebunan khas Kaltim.
Adapun perannya sebagai etalase untuk mendukung pelaku UMKM. “Kebetulan tamu kami kebanyakan dari luar, jadi kami ingin memperkenalkan produk-produk khas Kaltim sebagai oleh-oleh baru yang mereka bisa dapatkan setelah ke Balikpapan.
Banyak potensi lain yang bisa dijalin nanti, kami membutuhkan itu untuk meningkatkan brand terhadap potensi wisata di Kota Balikpapan,” tutupnya. (*)



