
Sebelum mengembangkan Bulatih, penerima manfaat terlebih dahulu mengikuti pelatihan budidaya lalat hitam secara virtual dengan menghadirkan Henri Supranto sebagai pembicara. Ia diketahui telah lama menggeluti dunia budidaya lalat hitam dan memiliki usaha budidaya Omah Maggot di Yogjakarta.
Tercatat ada 45 penerima manfaat terbagi dalam tiga kelompok. Kegiatan juga diikuti perwakilan CSR dan perwakilan PHKT Lawe-Lawe Terminal.
Salah seorang peserta pelatihan dari Kelompok Maggot Lestari Salbiyah mengatakan pelatihan budidaya lalat hitam bermanfaat dan memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah. “Khususnya dengan metode budidaya lalat hitam,” imbuhnya.
Senada dengannya Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Iwan menyebut kegiatan memiliki manfaat terutama bagi para peternak. “Karena dengan adanya kegiatan ini para peternak mengetahui bahwa ada pakan alternatif untuk ternak yang harganya lebih murah daripada harga pakan yang ada dipasaran,” tuturnya. (*)



