Metro

Luntas Andalan RT 13 Klandasan Ulu Ikut Lomba CGH, Didukung Kelurahan

KOTAKU, BALIKPAPAN-Menjadi andalan dari Kelurahan Klandasan Ulu untuk mengikuti lomba Clean Green and Healthy (CGH), RT 13 Jalan Wiluyo Puspoyudo andalkan tanaman luntas untuk dipamerkan kepada tim juri.

“Jadi tadi warga RT 13 memamerkan dan menjelaskan visi-misi mengandalkan tanaman luntas (Beluntas, Red),” kata Sekertaris Lurah (Seklur) Klandasan Ulu Fawziah seusai penilaian di kawasan tersebut, Rabu (8/11/2023).

Mengingat menjadi favorit tentu kelurahan tak tinggal diam agar jagoannya bisa berprestasi dan menjadi yang terbaik dalam lomba CGH tingkat kota.

“Untuk pemberdayaan tanaman tentu butuh pupuk dan pengembangan agar menjadi lebih baik, kami dukung itu semua baik tanamannya apa aja yang kurang hingga ada tim ahli,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sekertaris CGH RT 13 Titin mengatakan timnya mengandalkan tanaman luntas bukan tanpa alasan, mengingat tanaman itu merupakan ikon dari warganya.

“Di sini hampir setiap rumah punya tanaman luntas,” ujar Titin.

Maka, tanaman itu lantas diolah menjadi beragam jenis makanan seperti botox luntas, hingga peye luntas.

“Luntas ini beberapa kali kami tampilkan saat ada lomba dan banyak disenangi orang-orang,” akunya.

Untuk diketahui, tanaman yang dikenal pula sebagai Pluchea indica (L.) Less ini biasanya tumbuh liar di pinggir jalan, daun beluntas yang rimbun juga banyak ditemukan di pinggir tebing.

Meski terkesan sebagai tanaman liar, siapa sangka daun beluntas memiliki sejumlah manfaat kesehatan.

“Tanaman ini punya beragam manfaat, kemudian konsultasi dengan teman yang seorang dokter dari situ dapat penjelasan,” tuturnya.

Maka tak ayal tanaman ini lantas dijadikan jamu oleh tim CGH RT 13. Bicara jamu, selain jamu luntas juga terdapat jamu dari bahan lainya seperti kunyit, jahe, dan kencur.

“Semua bahan dari sini, kami kelola sendiri,” akunya.

Terlihat di kawasan itu memiliki wadah tersendiri untuk tanaman, isinya pun beragam tak hanya beluntas namun juga ada tanaman obat Keluarga (Toga) yang dikelola tim CGH RT 13.

“Ini merupakan dukungan dari kelurahan untuk melengkapi kekurangan kami,” ujarnya.

Bicara persiapan mengikuti lomba CGH, Titin mengatakan tidak ada yang khusus, mengingat secara auto pilot hidup bersih, budidaya tanaman sudah menjadi kebiasaan warganya.

“Ini karena kami sering ikut lomba, jadi semua sudah berjalan tinggal dipoles sedikit-sedikit saja dari bantuan kelurahan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, CGH merupakan salah satu bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota Balikpapan terhadap wilayah yang memiliki Komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Beragam penghargaan seperti Adipura, Adiwiyata, serta Kalpataru yang kerap diperoleh membuktikan bahwa budaya bersih dan wawasan lingkungan telah menjadi bagian dan ciri dari masyarakat Balikpapan.

Gerakan CGH yang diluncurkan oleh sejak awal tahun 2000-an mendapat sambutan baik dari masyarakat dan terus bergulir hingga sekarang, baik melalui program pemerintah maupun kegiatan inisiatif masyarakat. (*)

To Top

You cannot copy content of this page