
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Ardiansyah mengatakan dengan adanya keterlambatan itu bisa dipastikan peluang Balikpapan untuk mengikuti Porprov bisa dikatakan tipis.
“KONI baru mengirim data atlet 6 Oktober 2022. Sedangkan untuk mengikuti Porprov itu DPOP harus mengadakan lelang untuk semua fasilitas atlet. Dan itu memakan waktu tiga bulan, maka itu tidak memungkinkan lagi,” ujarnya.
Oleh sebab itu Balikpapan dipastikan absen, terkecuali Pemerintah Kota Balikpapan melalui wali kota bersurat untuk minta penundaan Porprov disetujui oleh PB Porprov. “Artinya kemungkinan Balikpapan bisa ikut ketika pelaksanaan digelar Januari mendatang.
Jadi bukan pemerintah kota tidak mau ikut Porprov, tapi memang waktunya yang sudah tidak memungkinkan,” sambungnya.
Lebih lanjut, dalam RDP itu Komisi IV DPRD Kota Balikpapan memang tidak melibatkan KONI lantaran ingin menanyakan langsung kepada DPOP lantaran isu yang beredar bahwa pemerintah kota tidak mau ikut Proprov.
“Makanya perlu penjelasan. Setelah ini sangat memungkinkan DPRD kembali mengundang KONI untuk menjelaskan. Dengan begini saat masyarakat bertanya kami bisa menjawab dengan pasti dan baik, tidak katanya saja,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sementara data atlet yang diserahkan terakhir sekitar 816 atlet dari 40 cabor. Sedangkan Balikpapan 62 cabor, jadi belum 100 persen. (*)



