
KOTAKU, BALIKPAPAN-Lily Handayani, Warga Jalan DI Pandjaitan, Karang Rejo, Balikpapan Tengah berhasil mengolah kain perca menjadi barang yang bernilai. Berbekal hobinya sebelum melangsungkan pernikahan, berbagai macam kerajinan tangan ia kreasikan seperti boneka, sarung bantal, tas besar maupun kecil, masker hingga seprai ia kreasikan yang tentunya memiliki keunikan masing-masing.
Sebelumnya guru privat musik yang masih aktif hingga saat ini hanya membuat kain penutup lemari es, kain penutup TV, sarung bantal. Namun seiring berjalan waktu, ia pun terus melakukan inovasi. Berbagai macam model-model boneka dari luar negeri menjadi inspirasinya bahkan kini ia pun terima pesanan modifikasi.
“Awalnya lihat gambar-gambar jadi ingin berinovasi baru kaya bikin boneka-boneka. Terus dikembangkan jadi boneka yang ada manfaatnya seperti ada tempat remotnya,” tuturnya saat ditemui awak media, Senin (5/7/2021).
Bahkan produk-produknya kini masuk sebagai UMKM Kota Balikpapan dan menjadi mitra binaan Pertamina. Lantas, pada awal pandemi yakni pada tahun 2020, ia pun sempat mengikuti pameran online yang diadakan oleh Pertamina. Dan baru-baru ini tepatnya Juni lalu ia juga sempat ikut pameran di atrium Plaza Balikpapan garapan Dinas Perindustrian.
Adapun barang-barang yang ia buat dijual kisaran Rp15 ribu hingga Rp1 jutaan. Menurutnya semua tergantung kerumitannya. “Contohnya seperti membuat selimut dewasa kan pake quilting atau kain perca pake jahit tindas tangan itu bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 jutaan,” jelasnya.
Untuk pelangganya pun tak hanya warga lokal, Lily mengaku sempat mendapat orderan dari luar Balikpapan seperti Jakarta, Bekasi dan sebagainya. Untuk keuntungan yang ia ambil dari barang yang ia olah sebanyak 50 hingga 70 persen.
“Tapi masa pandemi ini sempat mendapat keuntungan sisa 40 persen. Karena kami juga misalkan bikin kegiatan berbagi ya gak ambil untung,” bebernya.



