
Menurunnya keuntungan itu lantaran yang ia olah bukan merupakan kebutuhan pokok, lantas ia pun mencoba beradaptasi masa pandemi ini dengan memproduksi masker.
“Awal mula jual pas wira-wiri di pasar terus ketemu orang kebingungan cari masker sampai gak dapat. Jadi ya bikin terus dibagi-bagi ternyata ada temen yang pesen untuk dibagi-bagi juga. Dan Alhamdulillah sejak pertengahan pandemi itu mulai berjalan lagi pelan-pelan,” kenangnya.
Masker yang ia buat dibandrol seharga Rp10 ribuan hingga Rp
20 ribuan, menurutnya untuk harga menyesuaikan jenis kain dan ketebalan. Adapun total pesanan masker yang ia buat jika bisa mencapai 500 buah dan itu ia kerjakan hingga memakan waktu dua mingguan. Bahkan ia pun mengajak salah seorang kawannya untuk membantu pembuatannya. “Saya jahit, temen saya yang motong,” tambahnya.
Hasil karyanya saat ini dijual via daring di instagram @safinaquilt_new. “Selain itu dari mulut ke mulut. Saat ini lagi diusahakan untuk masuk di shopee dan jd.id dengan tujuan agar mendapat jangkauan yang lebih luas,” pungkasnya.



