
KOTAKU, BALIKPAPAN-10 Februari 2025, Kota Balikpapan genap berusia 128 tahun. Seiring bertambahnya usia, Balikpapan dituntut untuk terus berbenah, tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Salah satunya bidang kesehatan, yang memerlukan inovasi agar lebih optimal dan merata.
Anggota DPRD Balikpapan Rahmatia yang tergabung sebagai anggota Komisi IV membidangi Kesejahteraan Rakyat, Kesehatan dan Pendidikan ini, menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya dilihat dari gedung-gedung tinggi atau jalanan yang semakin rapi, tetapi juga kemudahan masyarakat akses layanan. Tentu saja layanan yang dimaksud merupakan yang berkualitas.
Hal itu disampaikan usai Sidang Paripurna Istimewa DPRD Balikpapan dalam rangka HUT ke 128 tahun Kota Balikpapan. Sidang Paripurna Istimewa digelar di Hotel Gran Senyiur, Sabatu (8/2/2025).
“Harapannya, Balikpapan bisa semakin maju, masyarakatnya lebih sejahtera, dan layanan publiknya lebih optimal,” ujar Rahmatia.
Lanjut dia menerangkan, salah satu tantangan terbesar di Balikpapan yakni sistem pelayanan kesehatan yang masih dianggap lambat dan berbelit. Antrean panjang di rumah sakit dan Puskesmas sering menjadi keluhan utama masyarakat.
Rahmatia menilai bahwa digitalisasi sistem layanan kesehatan merupakan solusi penting untuk mengatasi kendala ini. Dengan sistem pendaftaran online, pasien bisa menghindari antrean panjang di tiap fasilitas kesehatan dan lebih mudah mengakses layanan.
“Pelayanan kesehatan harus lebih efisien. Digitalisasi sistem administrasi bisa mempercepat pendaftaran dan memberikan kenyamanan bagi pasien,” tambahnya.
Selain pendaftaran online, rekam medis digital juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Balikpapan. Dengan sistem ini, dokter dapat lebih cepat dan akurat dalam memberikan diagnosis serta tindak lanjut perawatan pasien.
Hal ini juga dapat menghindari kesalahan administrasi dan data pasien yang tercecer. Namun, legislator Partai Gerindra ini mengingatkan bahwa digitalisasi saja tidak cukup. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga perlu memastikan bahwa ketersediaan tenaga medis yang memadai di tiap Puskesmas dan rumah sakit daerah.
Terutama di wilayah yang lebih padat penduduknya, tidak terabaikan. Meskipun sistem canggih sudah diterapkan, apabila jumlah tenaga medis seperti dokter dan perawat masih kurang, maka kualitas pelayanan akan tetap terbatas.
“Pemerintah juga harus memastikan tenaga medis yang memadai, agar pelayanan tidak terhambat meskipun teknologi sudah semakin berkembang,” ujar Rahmatia. (*)



