
KOTAKU, BALIKPAPAN-Bedah capaian program untuk menghalau dan menanggulangi Tuberkulosis (TBC), Unit Pelaksana Tugas Daerah Puskesmas Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah gelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) triwulan IV di ruang rapat, Jumat (21/11/2025).
Kegiatan ini melibatkan para kader Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Mekar Sari sebagai mitra strategis dalam penanganan TBC.
“Kegiatan ini juga untuk mengidentifikasi hambatan di lapangan sekaligus merumuskan rekomendasi perbaikan,” kata narasumber dr Siti Fatimah.
Dijelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, hingga November, jumlah suspek yang diperiksa mencapai 479 orang dengan 30 kasus terkonfirmasi TBC.
Tingkat keberhasilan pengobatan (Treatment Success Rate/TSR) tercatat 13 pasien, sementara satu pasien meninggal dunia dan satu pasien putus berobat. Adapun pemberian Terapi Pencegahan TB (TPT) telah diberikan kepada 11 orang.
“Tahun ini, jumlah suspek yang diperiksa mencapai di atas angka 600-an,” ungkapnya.
Selain itu, pelacakan kasus terduga untuk 37 lokus telah terlaksana, investigasi kontak dilakukan secara rutin, serta rapat koordinasi PPTI telah diadakan sebanyak dua kali.
Namun sejumlah kendala masih menjadi perhatian. Di antaranya pemberian TPT belum mencapai target karena sebagian kontak erat enggan meminum obat pencegahan karena merasa sehat.
“Untuk pemberantasan TBC tidak bisa hanya dilakukan oleh Puskesmas. Peran para kader PPTI sangat diperlukan sebagai perpanjangan tangan kami di lapangan,” tegas dr Siti Fatimah.
Dia juga menekankan bahwa kader dapat berperan sebagai pengawas minum obat (PMO) bagi pasien, terutama bagi tetangga atau orang dekat pasien sehingga lebih mudah dipantau dan didampingi.
Puskesmas Mekar Sari saat ini telah memiliki fasilitas penunjang yang lengkap, seperti alat Tes Cepat Molekuler (TCM) dan pemeriksaan Mantoux di lokasi, sehingga diagnosis dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus merujuk ke puskesmas lain.
Dengan fasilitas tersebut, sosialisasi kepada masyarakat menjadi kunci untuk mendorong kesadaran pemeriksaan dini.
dr Siti Fatimah menegaskan bahwa TBC bukan penyakit kutukan ataupun aib, sehingga masyarakat tidak perlu malu memeriksakan diri.
“Kalau warga merasa mengalami batuk lama atau gejala yang mengarah TBC, bisa langsung menghubungi kader PPTI atau datang ke Puskesmas Mekar Sari. Obat diberikan gratis dan pasien kami dampingi dengan baik,” ujarnya.
Puskesmas berharap kader semakin aktif dalam sosialisasi dan pemantauan pasien.
“Kalau ada warga yang terkena TBC, bukan diauhi, tetapi dukung (untuk pengobatan). Ingatkan minum obat dan semangati. Insya Allah dengan kebersamaan dan kedisiplinan, TBC bisa diberantas,” tutup dr Siti Fatimah. (*)



