Metro

Nah Loh!! Dinilai Tak Terbuka, Warga Graha Indah Keluhkan PPDB Online SMKN 6

Beberapa perwakilan RT Kelurahan Graha Indah melakukan musyawarah dengan SMK Negeri 6 Balikpapan, Senin (5/7/2021).(foto:kotaku.co.id/niken)

KOTAKU, BALIKPAPAN-Beberapa perwakilan Rukun Tetangga (RT) Kelurahan Graha Indah melakukan musyawarah dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Balikpapan, Senin (5/7/2021).

Pertemuan tersebut membahas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Negeri 6 Balikpapan yang dinilai tidak terbuka. Pasalnya, warga Kelurahan Graha Indah yang berada di area lingkungan sekolah termasuk warga Kota Balikpapan merasa tidak puas dengan hasil seleksi PPDB SMK Negeri 6 Balikpapan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Utara Syarifuddin Oddang, menanggapi keluhan warga Kelurahan Graha Indah khususnya, agar SMKN 6terbuka dalam PPDB secara online ini.

“Mekanisme dijalankan yang benar. Katanya berbicara aturan, kan ada kuota untuk orang tidak mampu, afirmasi,” jelasnya.

Bermula dari beberapa Ketua RT Kelurahan Graha Indah yang mewakili orang tua peserta didik untuk mempertanyakan terkait pendaftaran sebanyak 72 pendaftar yang tidak diterima bersekolah di SMKN 6.

Oddang sapaan karibnya mengatakan SMKN 6 hanya menerima 18 orang. Yang menjadi tanda tanya, awalnya pihak sekolah mengatakan pendaftaran PPDB ini sudah penuh. Akan tetapi, saat pertemuan tersebut dikatakan bisa menampung dengan 18 peserta didik.

“Saya gak tau, tidak dijelaskan untuk apa. Makanya sampaikan kepala sekolah jalur apa tadi yang 18, kok bisa. Seharusnya jangan kalau tutup, tutup sekalian. Kenapa harus terima lagi,” ucapnya.

Perwakilan Ketua RT dan orang tua sudah empat kali ingin bertemu kepala sekolah, tetapi selalu gagal dengan berbagai alasan.

Ditambahkan Oddang, pertemuan ini belum menemukan kejelasan, karena pihak sekolah tidak dapat memutuskan. Mengingat, pemegang keputusan tidak datang yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim.

“Buntu kalau tidak ada Dinas Pendidikan, dia bukan pengambilan keputusan di sini. Kan KKS tidak ada, kemarin saya minta datangin Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim yang mempunyai hak kewenangan untuk mengambil keputusan, karena tidak ada mau ngapain. Masa kami mau kelahi,” ujarnya.

Ketua LPM Graha Indah Syarifuddin Oddang menolak dengan keputusan pihak sekolah, yang hanya menawarkan kuota 18 peserta didik. Sementara permintaan dari masyarakat Graha Indah dan Warga Kota Balikpapan lebih dari 18 kuota peserta didik.

“Sampai sekarang ini aku berpikir, kok bisa penuh tapi ada 18,” imbuhnya.

Oddang menambahkan bahwa pembahasan ini akan dilanjutkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, untuk menemukan penjelasan dan keputusan yang pasti.

Perwakilan Ketua RT sekaligus mewakili para orang tua Shidiq menyampaikan, menolak dengan tegas kuota yang diberikan pihak SMK Negeri 6. Warga di Kelurahan Graha Indah patut diperjuangkan karena lokasi sekolah berada di wilayah Kelurahan Graha Indah, sesuai dengan area bina lingkungan.

“Warga lain bisa masuk di sekolah ini, tetapi mengapa bina lingkungan tidak bisa masuk,” ungkapnya.

Sidiq berharap dapat lebih dari 18 orang yang diterima, paling tidak minimal 50 orang. “Ini negoisasi kami, kami ingin berkoordinasi kembali, apakah masih bisa dinegosiasikan,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMKN 6 Balikpapan Nengti ketika ditanyakan terkait pembahasan yang dilakukan dengan para Ketua RT, perwakilan orang tua, tidak berbicara banyak. Apalagi, saat ditanyakan terkait kuota sebanyak 18 orang seperti yang dikatakan.

“Sudah ya,” ketusnya seraya pergi menuju kantor SMKN 6.

Berdasarkan pantauan Kotaku.co.id, pertemuan tersebut berlangsung aman tanpa adanya kericuhan, walaupun di lapangan banyak dihadiri oleh aparat kepolisian. Anggota DPRD Balikpapan Taufik Qulrahman ikut pula menghadiri termasuk Lurah Graha Indah Satrio Taufieq.(*)

To Top

You cannot copy content of this page