Ekbis

Ngopi Bareng, cara ALFI/ILFA Balikpapan Tuntaskan Tantangan Kepelabuhanan

forum diskusi kepelabuhan bertajuk Ngopi Bareng yang digelar ALFI/ILFA Balikpapan (foto:kotaku.co.id/chandra)

KOTAKU, BALIKPAPAN-DPC Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia/Indonesia Logistics & Forwarder Association (ALFI/ILFA) Balikpapan menghidupkan kembali forum diskusi yang sudah lama vakum sebagai ruang terbuka untuk membedah berbagai tantangan di lapangan bersama unsur kepelabuhan.

Kegiatan bertajuk Ngopi Bareng digelar di Hotel Zurich, Rabu (10/12/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh anggota ALFI/ILFA, pengurus dan anggota Asosiasi Perusahaan Truk Indonesia (Aptrindo) Balikpapan, asosiasi pengusaha perusahaan pelayaran angkutan niaga yakni Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Balikpapan, Asosiasi perusahaan keagenan kapal atau Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Balikpapan, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Balikpapan, Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (LALA) Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan Sugino, Direktur Utama PT Kaltim Karingau Terminal (KKT) Enriany Muis, Branch Manager Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Wahyudi dan Kasi Kepelabuhan Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan Fajar Ferdian.

“Kegiatan seperti ini sudah lama vakum. Karena itu kami berinisiatif menggelarnya kembali sebagai ruang silaturahmi dan tempat anggota menyampaikan tantangan yang bisa langsung ditanggapi para pemangku kepentingan,” ujar Ketua ALFI/ILFA Balikpapan Firman Tola.

Sejumlah isu yang mengemuka dalam diskusi yang dipandu Dewan Penasehat ALFI/ILFA Balikpapan yakni Faisal Tola.

Antara lain pelayanan kepelabuhanan, koordinasi antarinstansi, hingga kebutuhan dukungan perbankan dalam penguatan permodalan bisnis logistik.

Firman Tola (foto:kotaku.co.id/chandra)

Menanggapi keluhan yang disampaikan pengguna jasa Dirut KKT Enriany Muis memastikan infrastruktur di Terminal Pelabuhan Peti Kemas Karingau rampung diperbaiki.

Diawali dengan melaksanakan pekerjaan dudukan peti kemas (Extension Sitting Plate) dan peninggian jalan penghubung ke trestle (Causeway) untuk meningkatkan kapasitas lapangan penumpukan peti kemas sekaligus memperkuat aspek keselamatan serta meminimalkan potensi kerusakan alat.

Selain peningkatan kapasitas penumpukan, KKT juga melaksanakan Leveling Causeway terhadap Trestle.

Peninggian ini dilakukan karena terdapat perbedaan elevasi yang cukup tinggi antara kedua area tersebut, yang sering dikeluhkan oleh pengguna jasa angkutan.

“Perbedaan ketinggian ini menimbulkan hentakan bagian Chassis saat truk pengangkut peti kemas melintas dan berisiko merusak alat operasional.

Jika dibiarkan, hal ini bisa merusak alat dan memperlambat kegiatan bongkar muat,” ungkapnya.

Tak lupa dia mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi ALFI/ILFA.

Hal lain yang menjadi pembahasan yakni truk obesitas alias Over Dimension dan Over Load (ODOL).

Terkait itu, Kepala Seksi (Kasi) Kepelabuhanan dan Kebandarudaraan Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan Fajar Ferdian mengatakan akan terus melakukan pemantauan dan semakin intens untuk kegiatan penertiban.

Selain unsur kepelabuhan, kegiatan juga dihadiri kalangan perbankan dalam hal ini Bank Tabungan Negara (BTN).

Kehadiran perbankan dinilai penting untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

Para peserta pun sepakat bahwa forum diskusi tidak bisa berhenti dalam satu pertemuan. Hasil diskusi akan dijadikan bahan tindak lanjut agar solusi yang dibangun bersifat konkret dan berkelanjutan.

Selain mengupas tuntas permasalahan, forum tersebut menjadi refleksi utamanya menghadapi tantangan tahun 2026.

Perihal itu, ALFI/ILFA Balikpapan optimistis sektor logistik tetap memiliki prospek kuat. “Selama kebutuhan bisnis dan distribusi masih ada, maka sektor logistik akan terus berjalan.

Yang terpenting adalah memperkuat kolaborasi sejak sekarang,” tutup Firman Tola. (*)

To Top

You cannot copy content of this page